Hospital Expo Surabaya Tampilkan Teknologi Kesehatan Berbasis AI
- 19 Mei 2026 15:33 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Perkembangan teknologi kesehatan berbasis Artificial Intelligence (AI) menjadi sorotan dalam Seminar Nasional, Workshop Perumahsakitan dan Surabaya Hospital Expo XX Tahun 2026 yang mengusung tema “Transformasi Rumah Sakit Mempertahankan Eksistensi di Tengah Era Regulasi Baru”. Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai inovasi alat kesehatan modern yang ditujukan untuk mendukung peningkatan kualitas layanan rumah sakit.
Pameran yang diikuti pelaku industri alat kesehatan, tenaga medis, hingga pengelola rumah sakit itu menampilkan berbagai perangkat medis berbasis digital dan AI. Teknologi tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam transformasi layanan kesehatan di tengah perubahan regulasi dan kebutuhan pelayanan yang semakin kompetitif.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang hadir dalam kegiatan itu menilai perkembangan teknologi kesehatan saat ini berlangsung sangat cepat. Menurutnya, rumah sakit dan tenaga medis harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan AI dalam layanan kesehatan.
“Kawan-kawan kita ini bisa menyaksikan, saya lihat semua booth ini sudah dengan AI, sudah dengan AI, sudah dengan AI. Artinya bahwa teknologi kedokteran kita itu harus sangat adaptif dengan perkembangan berbagai teknologi kedokteran, termasuk teknologi Artificial Intelligence,” ujar Khofifah, Selasa 19 Mei 2026.
Ia mengatakan, pameran kesehatan tersebut memberikan penguatan dan pengayaan pengetahuan bagi dokter maupun manajemen rumah sakit terkait perkembangan teknologi medis terbaru. Dengan begitu, rumah sakit dapat melakukan penyesuaian terhadap kebutuhan layanan kesehatan modern.
“Nah, pameran ini saya rasa memberikan penguatan kepada para dokter dan tim manajemen rumah sakit bahwa memang ada update dari berbagai teknologi kedokteran yang mungkin mereka harus melakukan adaptasi tertentu dengan peningkatan teknologi-teknologi terbaru,” katanya.
Khofifah juga menilai kegiatan tersebut dapat menjadi referensi bagi rumah sakit di Jawa Timur maupun daerah lain di Indonesia untuk mengetahui perkembangan teknologi kesehatan terkini. Ia turut menekankan pentingnya peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam industri alat kesehatan nasional.
“Kalau di setiap titik selalu bisa tanya TKDN-nya berapa persen, itu penting. Jadi untuk bisa menyemangati kita semua bahwa TKDN memang harus diikhtiarkan supaya makin hari makin tinggi penggunaan TKDN,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Wilayah Jawa Timur dr. Bangun Trapsila Purwaka menjelaskan bahwa kegiatan tersebut terdiri atas seminar, workshop, dan pameran teknologi kesehatan yang dilaksanakan secara bersamaan.
“Persi lebih ke arah seminar dan workshopnya. Penekanannya Hospital Expo lebih ke arah pameran teknologi kesehatan yang sekarang ada di Indonesia. Biasanya beberapa menguasai alat-alat kesehatan dan alat kedokteran yang diupayakan paling mutakhir,” kata dr. Bangun.
Menurutnya, transformasi rumah sakit saat ini dipengaruhi regulasi Kementerian Kesehatan yang menekankan sistem layanan berbasis kompetensi, bukan lagi berbasis klasifikasi kelas rumah sakit. Karena itu, peningkatan kompetensi rumah sakit membutuhkan dukungan sarana, sumber daya manusia, dan peralatan medis yang memadai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....