Helm Ortopedi untuk Anak: Inovasi Medis untuk Mengatasi Kepala Peyang pada Bayi
- 19 Mei 2026 08:38 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Istilah helm orthopedi dianggap asing oleh sebagian orang, yang artinya tidak semua orang mengetahuinya, namun bagi anak-anak helm orthopedi ini sangat penting. Helm ini biasanya dikenal secara medis sebagai cranial helmet, serta menjadi salah satu inovasi penting dalam dunia kesehatan anak.
Pada beberapa proses kelahiran seorang bayi, terutama persalinan pervaginam atau pproses persalinan normal, tidak jarang bayi yang lahir memiliki bentuk kepala yang kurang simetris atau biasa disebut dengan peyang dan istilah medinya yaitu plagiocephaly.
Dilansir dari website keslan.kemkes.go.id pengertian plagiocephaly adalah kondisi kepala bayi yang tampak datar pada salah satu sisi akibat tekanan tertentu dalam waktu lama serta biasanya diakibatkan oleh proses persalinannya, sehingga alat ini digunakan untuk membantu memperbaiki bentuk kepala bayi yang tidak simetris atau dikenal sebagai plagiocephaly (kepala peyang).
Kondisi kepala peyang pada bayi umumnya bukan kelainan serius, melainkan akibat faktor posisi. Beberapa penyebab umum antara lain:
- Posisi tidur yang sama (missal ke kiri atau ke kanan) secara terus-menerus
- Terlalu lama berada di stroller atau car seat
- Keterbatasan gerak leher (tortikolis)
- Tekanan dalam kandungan
Kondisi seperti ini dapat membaik dengan perubahan posisi. Namun, pada kondisi tertentu diperlukan terapi lanjutan seperti helm orthopedi. Seiring meningkatnya kesadaran orang tua terhadap tumbuh kembang anak, penggunaan helm ini semakin dikenal sebagai solusi medis yang aman dan efektif.
Pengertian helm orthopedi merupakan alat medis khusus yang dirancang untuk mengoreksi bentuk tengkorak bayi. Helm ini bekerja dengan cara mengarahkan pertumbuhan tulang kepala secara bertahap agar menjadi lebih simetris.
Selain itu, helm ini biasanya digunakan pada bayi usia di bawah 12 bulan, Kondisi plagiocephaly terjadi pada masa ini, karena pada masa ini tulang tengkorak masih lunak dan mudah dibentuk. Hal ini juga diperkuat dengan mengutip dari website keslan.kemkes.go.id bahwa bayi baru lahir memiliki tengkorak yang masih lunak dan fleksibel sehingga mudah berubah bentuk.
Sehingga penggunaan helm orthopedi sangat disaranlan, dokter juga menyarankan penggunaan helm khusus untuk memperbaiki bentuk tengkorak dan membantu perkembangan otak.
Penggunaan helm orthopedi tentunya harus didasarkan pada indikasi medis dan konsultasi dengan dokter anak masing-masing serta melibatkan beberapa tahapan medis, yaitu:
- Diagnosis dan pengukuran kepala bayi
- Pembuatan helm secara khusus (custom)
- Pemakaian sekitar 23 jam per hari
- Kontrol rutin setiap beberapa minggu
Durasi terapi pada umumnya dilaksanakan dan berlangsung sekitar 3–6 bulan, tergantung tingkat keparahan kondisi .Namun, pendekatan kesehatan anak, termasuk yang dianjurkan dalam praktik layanan kesehatan, menekankan bahwa pencegahan tetap menjadi langkah utama. Orang tua dianjurkan untuk:
- Melakukan tummy time secara rutin
- Rajin mengubah posisi tidur bayi secara berkala
- Menghindari tekanan pada satu sisi kepala terlalu lama
Langkah-langkah ini dapat membantu mencegah kebutuhan penggunaan helm orthopedi.
Helm orthopedi adalah solusi medis modern yang digunakan untuk membantu memperbaiki bentuk kepala bayi yang mengalami plagiocephaly. Dengan memanfaatkan pertumbuhan alami tengkorak, alat ini mampu memberikan hasil yang optimal jika digunakan pada waktu yang tepat.
Namun, penggunaannya harus berdasarkan diagnosis dokter dan bukan sekadar pilihan mandiri. Selain itu, edukasi dan pencegahan tetap menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan tumbuh kembang anak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....