Tumbuh Positif Sepanjang 2025, Siloam Perkuat Transformasi Layanan Kesehatan
- 13 Mei 2026 09:59 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - PT Siloam International Hospitals Tbk membukukan pendapatan sebesar Rp12,8 triliun sepanjang tahun buku 2025 atau tumbuh 5,2 persen secara tahunan. Perseroan juga mencatat EBITDA sebesar Rp2,8 triliun dan laba bersih mencapai Rp1,1 triliun.
Pertumbuhan kinerja tersebut ditopang transformasi bisnis jangka panjang melalui strategi Next Gen Siloam (NGS). Yang difokuskan pada penguatan layanan kesehatan, efisiensi operasional, dan pengembangan teknologi medis di seluruh jaringan rumah sakit.
Presiden Direktur perseroan, David Utama, Rabu 13 Mei 2026 mengatakan implementasi strategi archetype menjadi faktor utama. Khususnya dalam mendorong kinerja operasional dan keuangan perusahaan selama 2025.
“Kami dengan bangga melaporkan kinerja operasional dan keuangan yang kuat selama periode ini, didorong oleh implementasi strategi archetype, yang memungkinkan penyelarasan lebih kuat antara kemampuan klinis, alokasi modal, dan sumber daya operasional di seluruh jaringan kami,” ujar David.
Menurut dia, strategi tersebut menjadi langkah awal transformasi perusahaan yang lebih luas untuk memperkuat kualitas layanan kesehatan nasional. Perseroan juga berupaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan modern berbasis teknologi dan inovasi.
“Ini menandai awal dari transformasi yang lebih luas, sejalan dengan visi kami untuk menghadirkan layanan kesehatan berkualitas tinggi dan mudah dijangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia,” katanya.
Sepanjang 2025, Siloam Hospitals juga memperkuat ekspansi layanan kesehatan melalui pengoperasian Siloam Hospitals Surabaya Mochtar Riady Center for Advanced Care (MRCAC). Selain itu, perusahaan menghadirkan teknologi CT-LINAC terintegrasi pertama di Asia Tenggara untuk mendukung layanan precision oncology atau terapi kanker presisi.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025, seluruh agenda rapat memperoleh persetujuan pemegang saham. Perseroan juga memutuskan tidak membagikan dividen dan menetapkan laba bersih sebagai laba ditahan untuk mendukung pengembangan bisnis dan investasi jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....