Dosen UNAIR Soroti Maraknya Ikan Sapu-Sapu di Perkotaan
- 23 Apr 2026 21:10 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Veryl Hasan, dosen Akuakultur FPK UNAIR, menyoroti maraknya ikan sapu-sapu di sungai perkotaan. Fenomena ini banyak terjadi di wilayah dengan tingkat pencemaran tinggi.
Menurutnya, ikan sapu-sapu mampu hidup di berbagai perairan. Spesies ini menjadi dominan karena tahan terhadap kondisi lingkungan buruk.
Pada sungai tercemar, banyak ikan lokal tidak mampu bertahan hidup. “Ketika sungai tercemar berat, ikan lain mati, sementara sapu-sapu tetap bertahan,” ujarnya, Kamis, 23 April 2026.
Hal tersebut membuat populasi ikan sapu-sapu tampak meningkat pesat. Kondisi ini memperburuk keseimbangan ekosistem perairan.
Veryl menjelaskan ikan sapu-sapu berasal dari Amerika Selatan. Di habitat aslinya, ikan ini aman dikonsumsi masyarakat setempat.
Masalah muncul ketika spesies ini masuk ke Indonesia tanpa predator alami. “Populasinya tumbuh tanpa hambatan berarti di luar habitat aslinya,” katanya.
Ikan sapu-sapu juga dikenal sebagai predator oportunis di perairan. Spesies ini memanfaatkan hampir seluruh sumber daya di sungai.
Kehadirannya memperketat persaingan bagi ikan lokal. Ikan lokal kesulitan memperoleh makanan dan ruang hidup.
Veryl menekankan pentingnya penegakan regulasi pelepasan ikan asing. Aturan harus diikuti pengawasan dan tindakan nyata di lapangan.
Selain itu, kualitas air sungai perlu dipulihkan melalui pengendalian pencemaran. “Kunci utamanya memperbaiki habitat sungai, bukan sekadar menangkap sapu-sapu,” ujarnya.
Ia juga menyarankan penangkapan manual sebagai langkah tambahan. Ikan sapu-sapu dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku tepung ikan.
Veryl mengingatkan masyarakat tidak melepas ikan eksotik sembarangan. “Jika tidak mampu merawat, jangan dilepas ke sungai,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....