Mudah Tersinggung Tanda Harga Diri Rendah

  • 21 Apr 2026 10:48 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID,Surabaya - Fenomena merasa tidak dihargai dalam pergaulan sehari-hari masih kerap terjadi di tengah masyarakat. Banyak individu yang merasa tidak sepaham dengan lingkungan sekitarnya hanya karena menganggap harga dirinya tidak diakui. Kondisi ini sering dianggap hal yang wajar, namun jika berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang.

Perasaan tidak dihargai tersebut perlahan dapat berkembang menjadi rasa rendah diri. Seseorang yang merasa pendapat dan keberadaannya tidak penting cenderung menarik diri dari lingkungan sosial. Dampak jangka panjangnya bisa berupa menurunnya kepercayaan diri hingga gangguan psikologis yang lebih serius.

Hal ini menjadi perhatian khusus bagi para praktisi pengembangan diri. Salah satunya diungkapkan oleh Meriana Chandra, seorang trainer dan motivator dari Probest Surabaya, dalam wawancara bersama Pro1 melalui sambungan telepon, Selasa 21 April 2026.“Secara tidak langsung, seseorang yang mudah tersinggung itu menunjukkan bahwa harga dirinya rendah. Karena ia terlalu sensitif dan merasa segala hal ditujukan untuk menjatuhkannya,” ungkap Meriana membuka pembicaraan.

Menurut Meriana, rasa minder yang muncul dalam diri seseorang seringkali tidak datang begitu saja. Ada berbagai faktor yang melatarbelakanginya, salah satunya adalah kondisi keluarga, termasuk faktor ekonomi yang membentuk cara pandang seseorang terhadap dirinya sendiri.

“Sebenarnya, harga diri kita tidak rendah hanya karena kita lahir dari orang tua yang kurang beruntung,” tegasnya. Ia menilai bahwa banyak orang terjebak pada pola pikir yang menjadikan latar belakang sebagai penghambat untuk berkembang.

Lebih lanjut, Meriana mengingatkan agar masyarakat tidak menjadikan kondisi masa lalu sebagai sumber luka yang terus dipelihara. “Memang kenyataannya, orang tua kita bahkan seringkali tidak mampu untuk ‘provide’ atau memenuhi kehidupan yang standar saja. Tapi, tidak perlu kita jadikan sakit hati,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa menyalahkan keadaan maupun orang tua bukanlah solusi. “Yang terpenting adalah bagaimana kita bangkit dan mengubah jalan hidup kita sendiri. Latar belakang adalah tempat kita berasal, bukan tempat di mana kita akan berhenti,” kata Meriana, menegaskan pentingnya semangat untuk memperbaiki masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....