Kapan Terakhir Minum sebelum Tidur, agar Tidak Mudah Terjaga?

  • 13 Apr 2026 11:40 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Banyak orang mengira minum air putih sebelum tidur adalah kebiasaan sehat untuk mencegah dehidrasi di malam hari. Namun, bagi sebagian orang, kebiasaan ini justru dapat menyebabkan masalah pada siklus tidur mereka karena memicu sering buang air kecil di tengah malam. Kondisi terbangun untuk buang air kecil di malam hari, yang dalam istilah medis disebut nokturia, dapat mengganggu kualitas tidur dan membuat tubuh tidak segar keesokan harinya.

Para ahli kesehatan merekomendasikan agar masyarakat menghentikan kebiasaan minum air atau minuman lainnya setidaknya dua jam sebelum waktu tidur malam. Batas waktu dua jam ini penting untuk mencegah penambahan lebih banyak cairan ke dalam sistem tubuh sebelum seseorang terlelap. Dengan jeda yang cukup, ginjal memiliki waktu untuk memproses cairan yang masuk sehingga produksi urine tidak mengganggu waktu istirahat malam.

Melansir laman resmi ayosehat.kemkes.go.id, minum air putih saat perut kosong setelah bangun tidur justru memberikan manfaat yang lebih optimal bagi kesehatan. Kebiasaan minum air setelah bangun tidur dapat membantu detoksifikasi tubuh, meningkatkan metabolisme hingga 24 persen, serta menekan risiko gangguan pencernaan seperti maag. Oleh karena itu, waktu terbaik untuk memenuhi kebutuhan cairan justru adalah di pagi hari setelah bangun tidur, bukan menjelang tidur malam.

Selain mengatur waktu minum, jenis minuman yang dikonsumsi di malam hari juga perlu mendapat perhatian serius. Minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, dan minuman berenergi bersifat diuretik yang merangsang produksi urine lebih banyak. Minuman beralkohol juga memiliki efek serupa dan dapat mengganggu kualitas tidur secara keseluruhan. Jika merasa haus menjelang tidur, cukup minum air dalam jumlah sedikit saja, tidak perlu dalam porsi besar.

Bagi mereka yang memiliki kebiasaan sulit melepas minum sebelum tidur, teknik mencatat asupan cairan sepanjang hari dapat menjadi solusi efektif. Dengan mencatat rangkaian cairan yang telah dikonsumsi sejak pagi hingga sore, seseorang dapat memastikan apakah kebutuhan hidrasi harian sudah terpenuhi atau belum. Membiasakan diri minum usai melakukan aktivitas tertentu seperti berolahraga, makan, atau ketika merasa lapar dapat membantu menghindari rasa haus berlebihan menjelang malam.

Penerapan jeda dua jam sebelum tidur tanpa asupan cairan harus dilakukan secara konsisten setiap malam agar tubuh terbiasa. Konsistensi ini penting karena produksi hormon antidiuretik yang mengatur keseimbangan cairan tubuh bekerja optimal ketika pola hidup teratur. Orang yang memiliki kondisi medis tertentu seperti penyakit ginjal, diabetes, atau yang mengonsumsi obat diuretik sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengubah pola minum mereka .

Masyarakat diimbau untuk mulai membiasakan diri mengatur jadwal minum yang sehat, yaitu memperbanyak asupan cairan di pagi dan siang hari, lalu menguranginya secara bertahap menjelang malam. Dengan menerapkan jeda dua jam tanpa minum sebelum tidur, kualitas tidur akan meningkat karena tidak lagi terganggu oleh keinginan buang air kecil di tengah malam. Tidur yang nyenyak dan tidak terputus akan membuat tubuh lebih bugar dan siap menjalani aktivitas keesokan harinya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....