Minum Es Teh setelah Makan, Benarkah Mengikat Zat Besi?

  • 09 Apr 2026 16:46 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kebiasaan minum es teh setelah makan sangat umum dilakukan, terutama di negara tropis seperti Indonesia. Sensasi segar setelah makan memang menggoda, namun muncul anggapan bahwa minum teh atau es teh dapat “mengikat” zat besi dalam makanan. Apakah ini hanya sekadar mitos, atau memang ada dasar ilmiahnya?

Secara ilmiah, teh memang mengandung senyawa bernama polifenol, termasuk tanin, yang dapat memengaruhi penyerapan zat besi di dalam tubuh. Dalam dunia nutrisi, istilah yang lebih tepat bukan “mengikat”, namun menghambat penyerapan zat besi di usus.

Penelitian eksperimental yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition (2017) yang dipublikasikan pada pubmed.ncbi.nlm.nih.gov juga memberikan gambaran lebih spesifik. Studi tersebut menemukan bahwa minum teh bersamaan dengan makanan dapat menurunkan penyerapan zat besi secara signifikan. Namun, efek ini bisa dikurangi jika teh diminum setidaknya satu jam setelah makan. Dalam hasil penelitian disebutkan bahwa efek penghambatan dapat berkurang hingga sekitar 50 persen ketika ada jeda waktu satu jam.

Media kesehatan internasional verywellhealth.com yang berjudul Can Drinking Tea Reduce Iron Absorption? pada 2026 juga menguatkan temuan ini. Artikel kesehatan menyebut bahwa teh dapat menurunkan penyerapan zat besi hingga 56–85 persen ketika dikonsumsi bersama makanan, terutama pada sumber zat besi nabati. Meski demikian, efek ini tidak berarti teh sepenuhnya “menghilangkan” zat besi, melainkan hanya mengurangi jumlah yang diserap tubuh.

Para ahli gizi menekankan bahwa dampak ini lebih terasa pada kelompok tertentu, seperti vegetarian, wanita usia subur, atau individu dengan risiko anemia. Hal ini karena mereka lebih bergantung pada zat besi non-heme yang memang lebih sensitif terhadap pengaruh tanin dibanding zat besi heme dari sumber hewani.

Namun, penting dipahami bahwa minum es teh setelah makan tidak langsung menyebabkan kekurangan zat besi pada orang sehat. Efeknya bersifat jangka panjang dan tergantung pola makan secara keseluruhan. Jika asupan zat besi cukup dan bervariasi, tubuh biasanya masih dapat memenuhi kebutuhannya.

Sebagai solusi, para ahli menyarankan untuk memberi jeda waktu antara makan dan minum teh, idealnya sekitar 1–2 jam. Selain itu, mengonsumsi makanan kaya vitamin C seperti jeruk atau tomat dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi dan mengimbangi efek penghambatan dari teh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....