Dosen UK Petra Ingatkan Dampak Bediding bagi Kesehatan
- 20 Jul 2026 07:38 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Fenomena udara dingin atau bediding melanda sejumlah wilayah Jawa Timur dalam beberapa waktu terakhir. Dosen Fakultas Kedokteran UK Petra mengingatkan masyarakat mewaspadai dampaknya bagi kelompok rentan.
Dokter spesialis anak UK Petra, dr. Octavianus Eka Saputra, Sp.A., menegaskan udara dingin tidak langsung menyebabkan flu. Menurutnya, flu tetap disebabkan virus, bukan suhu udara.
"Udara dingin dan kering membuat lapisan lendir saluran napas mengering. Kondisi itu memudahkan virus masuk ke tubuh," ujar dr. Octavianus, Minggu, 19 Juli 2026.
Ia menjelaskan bediding dapat memicu batuk, pilek, hingga kekambuhan asma pada sebagian orang. Perubahan suhu juga memengaruhi sistem peredaran darah.
"Penyempitan pembuluh darah dapat meningkatkan tekanan darah secara tiba-tiba. Penderita hipertensi dan penyakit jantung harus lebih waspada," katanya.
Menurut BMKG, bediding dipicu Angin Monsun Australia dan langit minim awan saat musim kemarau. Fenomena tahunan tersebut diperkirakan berlangsung hingga September.
Dr. Octavianus menyarankan masyarakat mengenakan pakaian hangat dan menjaga kecukupan cairan tubuh. Ia juga mengimbau rutin mencuci tangan, berolahraga, serta beristirahat yang cukup.
"Segera periksakan anak jika mengalami demam tinggi, sesak napas, lemas, atau menolak makan dan minum. Bediding wajar, tetapi daya tahan tubuh harus tetap dijaga," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....