Kebiasaan Buruk yang Berisiko Menurunkan IQ dan Fungsi Otak

  • 08 Apr 2026 13:13 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Beberapa kebiasaan sehari-hari yang dianggap sepele ternyata dapat berdampak buruk pada tingkat kecerdasan seseorang. Penurunan fungsi kognitif ini seringkali terjadi secara bertahap tanpa disadari oleh pelakunya dalam waktu lama.

Dilansir dari laman kesehatan Healthline, konsumsi gula berlebih dapat menghambat kemampuan otak untuk belajar serta mengingat. Kadar gula darah yang tinggi secara kronis memicu peradangan yang merusak sel-sel saraf di otak.

Kurang tidur menjadi faktor utama yang melemahkan fokus serta kecepatan pemrosesan informasi dalam otak manusia. Otak membutuhkan waktu istirahat yang cukup untuk melakukan proses konsolidasi memori secara optimal setiap malam.

Kebiasaan melakukan banyak tugas secara bersamaan atau multitasking justru terbukti menurunkan produktivitas dan skor IQ. Dilansir dari Forbes, aktivitas ini dapat menurunkan densitas materi abu-abu pada bagian otak yang mengatur kontrol emosi. Hal ini dikarenakan otak manusia tidak didesain untuk fokus pada banyak hal sekaligus dengan efisiensi tinggi.

Kurangnya interaksi sosial dan stimulasi mental juga mempercepat penurunan fungsi otak pada orang dewasa. Otak yang jarang digunakan untuk berpikir kritis atau berdialog akan mengalami penurunan kualitas pada koneksi sarafnya.

Paparan stres kronis memicu pelepasan hormon kortisol yang dapat merusak struktur otak di area hipokampus. Kondisi ini secara langsung mengganggu pembentukan memori baru serta kemampuan pemecahan masalah yang bersifat kompleks.

Gaya hidup sedenter atau kurang gerak juga dikaitkan dengan penurunan volume otak seiring bertambahnya usia. Dilansir dari jurnal Medical News Today, olahraga rutin sangat diperlukan untuk memicu pertumbuhan sel saraf baru.

Kesadaran untuk memperbaiki pola hidup menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan otak agar tetap tajam. Menghindari kebiasaan buruk tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk mempertahankan fungsi kognitif hingga masa tua nanti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....