Perubahan Cuaca Tingkatkan Risiko Penyakit Pernapasan Warga Surabaya
- 29 Mar 2026 22:11 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID,Surabaya - Memasuki masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, wilayah Surabaya dan sekitarnya kini dihadapkan pada tren peningkatan kasus penyakit pernapasan. Kondisi ini diperparah oleh menurunnya kualitas udara akibat lonjakan aktivitas kendaraan selama arus mudik dan balik Lebaran beberapa waktu lalu.
Sejumlah fasilitas kesehatan melaporkan adanya peningkatan kunjungan pasien dengan keluhan pernapasan dalam dua pekan terakhir. Fenomena ini terjadi di berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia, yang rentan terhadap perubahan kondisi lingkungan.
Dokter Hernadi dari BPJS Kesehatan Surabaya mengungkapkan bahwa pihaknya mencatat lonjakan signifikan kasus tersebut. “Kita melihat peningkatan kasus batuk, pilek, dan infeksi saluran pernapasan akut atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada berbagai kelompok usia,” ujarnya saat dihubungi Pro1, Minggu 29 Maret 2026.
Menurutnya, perubahan suhu udara yang tidak menentu selama masa transisi menjadi salah satu faktor utama. Perbedaan suhu siang dan malam yang cukup tajam membuat daya tahan tubuh masyarakat menurun sehingga lebih mudah terserang virus maupun bakteri.
Selain faktor cuaca, kualitas udara yang memburuk akibat tingginya emisi kendaraan juga berperan besar. Kemacetan lalu lintas yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir dinilai memperparah kondisi udara di sejumlah titik di kota tersebut.
“Kemacetan parah akhir-akhir ini diduga menjadi salah satu penyebabnya, karena kendaraan yang bergerak lambat menghasilkan emisi gas buang lebih banyak dan bertahan lebih lama di udara,” jelasnya.
| Baca juga: Amankah Berolahraga Malam Sepulang Bekerja? |
Ia menambahkan, rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan diri turut mempercepat penyebaran penyakit. Kebiasaan tidak menggunakan masker di tempat umum dan kurangnya penerapan perilaku hidup bersih dinilai menjadi faktor risiko tambahan.
Untuk mengantisipasi penyebaran yang lebih luas, pihak klinik telah menyiapkan langkah pencegahan. “Kami menyarankan masyarakat rutin mencuci tangan, menggunakan masker di keramaian, menjaga pola makan sehat, serta cukup istirahat agar daya tahan tubuh tetap terjaga,” ujar Dokter Hernadi.
Dalam menghadapi lonjakan pasien, layanan kesehatan juga telah menyiapkan ruang pemeriksaan khusus guna mencegah penularan silang. “Jika gejala berlangsung lebih dari tiga hari atau disertai demam tinggi dan sesak napas, segera periksa ke fasilitas kesehatan,” tegasnya, seraya menambahkan bahwa penanganan dini penting untuk mencegah komplikasi lebih serius.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....