Suara Ibu Terbukti Ilmiah Redakan Stres dan Cemas
- 27 Mar 2026 19:15 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID,Surabaya - Hubungan antara anak dan ibu kerap digambarkan sebagai ikatan emosional paling kuat dalam kehidupan manusia. Perasaan ingin menghubungi ibu saat dilanda kesedihan, kecemasan, atau tekanan hidup ternyata bukan sekadar kebiasaan, melainkan memiliki dasar ilmiah yang berkaitan dengan respons tubuh dan otak terhadap rasa aman.
Sejak usia dini, suara ibu telah menjadi sumber ketenangan utama bagi anak. Hal ini terjadi karena suara tersebut secara konsisten diasosiasikan dengan perlindungan, perhatian, dan kasih sayang yang membentuk rasa aman secara psikologis.
Ketika seseorang mendengar suara ibu, tubuh secara otomatis merespons dengan rasa lebih tenang. Sensasi ini seolah menghadirkan suasana nyaman, meskipun secara fisik tidak berada di dekat sang ibu.
Fenomena ini diperkuat oleh penjelasan Winda Lestari, seorang dosen dan psikolog di Surabaya. Dalam wawancara bersama Pro1 pada Jumat, 27 Maret 2026, ia menegaskan bahwa efek menenangkan dari suara ibu telah dibuktikan secara ilmiah.
"Menurut sebuah studi penelitian yang dilakukan oleh University of Wisconsin-Madison pada tahun 2012, para peneliti menemukan bahwa ketika seseorang mendengar suara ibunya—bahkan hanya melalui telepon—tubuhnya mengalami perubahan hormon yang signifikan," ujarnya.
Winda menjelaskan bahwa perubahan tersebut meliputi penurunan hormon stres atau kortisol, serta peningkatan hormon oksitosin yang berkaitan dengan rasa nyaman dan kedekatan emosional. "Menariknya, efek ini hampir sama seperti ketika bertemu langsung," tambahnya.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa komunikasi sederhana seperti menelepon ibu dapat memberikan dampak besar terhadap kondisi mental seseorang. Di tengah tekanan hidup modern, dukungan emosional yang tulus menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan psikologis. "Di tengah tekanan hidup, dukungan emosional yang tulus sering kali menjadi faktor penting untuk menjaga keseimbangan psikologis," jelasnya.
Winda pun mengajak masyarakat untuk lebih menjaga hubungan dengan ibu. "Jika ibu masih ada, meluangkan waktu untuk berbicara, mendengarkan, atau sekadar menanyakan kabarnya bisa menjadi hal sederhana yang sangat berarti. Sementara itu, bagi yang sudah kehilangan ibu, mengenang, mendoakan, dan menjaga nilai-nilai yang beliau ajarkan bisa menjadi cara untuk tetap merasakan kedekatan tersebut," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....