Mahasiswa Surabaya Ciptakan Yoghurt Maja Penjaga Lambung saat Lebaran
- 16 Mar 2026 21:42 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Hidangan bersantan dan tinggi gula yang kerap disajikan saat Lebaran sering menjadi tantangan bagi kesehatan pencernaan masyarakat. Menjawab persoalan tersebut, lima mahasiswa Universitas Kristen Petra memperkenalkan inovasi produk bernama GO! MAJA, yoghurt berbasis Greek yoghurt dengan ekstrak buah maja (Aegle marmelos).
Tim GO! MAJA terdiri dari Ardan Rezon Prasetio, Audrey Hadara Wattimena, Aurelia Callysta, Fedilia Yanson Widio, dan Samuel Jason Liwanto Lie dari berbagai program studi di kampus tersebut.
Ketua tim GO! MAJA, Ardan Rezon Prasetio, menjelaskan inovasi ini lahir dari riset yang dilakukan timnya untuk mengubah persepsi masyarakat terhadap buah maja yang selama ini jarang dimanfaatkan.
“Kami ingin membuktikan bahwa buah maja yang sering terabaikan sebenarnya adalah harta karun kesehatan,” ujar Ardan, Senin 16 Maret 2026.
Ia menjelaskan, buah maja memiliki kandungan senyawa lektin dan quercetin yang dikenal dapat membantu melindungi dinding lambung serta berpotensi mendukung kesehatan sistem pencernaan.
Berbeda dengan yoghurt komersial yang umumnya menggunakan buah populer seperti stroberi atau mangga, GO! MAJA memanfaatkan rasa khas buah maja yang unik. Produk ini dikembangkan di bawah bimbingan dosen UK Petra, David Kristanto.
Menurut David, produk tersebut memadukan Greek yoghurt dengan sirup dan jelly dari sari buah maja sehingga menghasilkan kombinasi rasa yang unik sekaligus bernilai kesehatan.
“Produk ini telah melalui uji laboratorium berdasarkan rujukan jurnal kesehatan terpublikasi. Secara ilmiah, sari buah maja diketahui memiliki potensi meningkatkan imunitas dan membantu menangkal radikal bebas,” kata David.
Salah satu tantangan dalam pengolahan buah maja adalah rasa pahit pada after-taste yang sering membuat masyarakat enggan mengonsumsinya. Untuk mengatasi hal tersebut, tim mahasiswa ini mengembangkan teknik fermentasi khusus selama tiga hari.
Metode fermentasi tersebut dinilai mampu mengurangi rasa pahit secara signifikan sekaligus menonjolkan rasa segar khas buah maja. Hasilnya adalah yoghurt dengan perpaduan rasa unik yang tetap nyaman di lidah.
Mengusung tagline “Start Your Healthy Move”, proses produksi GO! MAJA memerlukan waktu sekitar empat hari hingga siap dikonsumsi.
Selain menawarkan manfaat kesehatan, inovasi ini juga diharapkan dapat mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal yang selama ini kurang populer.
Meski baru diperkenalkan, produk GO! MAJA sudah mendapat sambutan positif di lingkungan kampus. Tercatat sekitar 120 pouch yoghurt telah terjual kepada mahasiswa.
David berharap inovasi ini dapat membuka peluang pengembangan produk fermentasi berbasis bahan pangan lokal di masa depan.
“Melalui yoghurt buah maja ini, saya berharap lahir lebih banyak inovasi fermentasi berbasis pangan lokal yang tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi bahan pangan yang selama ini kurang dimanfaatkan,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....