Puasa Nyaman tanpa Overthinking: Tips Sehat untuk Ibu Hamil

  • 22 Feb 2026 09:43 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Memasuki bulan suci Ramadhan, banyak ibu hamil (bumil) yang seringkali merasa dilema. Di satu sisi ada keinginan kuat untuk menjalankan ibadah, namun di sisi lain muncul rasa khawatir akan kesehatan janin.

Menjawab keresahan tersebut, program Dialog Komunitas edisi Minggu 21 Februari 2026 terhubung sebagai narasumber pakar kesehatan reproduksi, dr. Muhammad Yusuf, SpOG., Subsp, Obginsos, untuk mengupas tuntas topik "Puasa Nyaman Tanpa Overthinking: Panduan Untuk Bumil".

Dalam sesi dialog tersebut, dr. Yusuf menekankan bahwa pada dasarnya ibu hamil diperbolehkan berpuasa selama kondisi ibu dan janin dinyatakan sehat oleh dokter.

"Kuncinya bukan pada kuat atau tidak kuat menahan lapar, tapi pada kecukupan nutrisi saat sahur dan berbuka. Ibu hamil jangan sampai overthinking atau stres, karena psikologis ibu sangat berpengaruh pada kesejahteraan janin," ujar dr. Yusuf.

Untuk menjaga agar puasa tetap nyaman dan minim kekhawatiran, berikut adalah poin-poin penting yang dibagikan:Konsultasi adalah Wajib: Sebelum memutuskan berpuasa, lakukan USG dan cek laboratorium untuk memastikan tidak ada komplikasi seperti anemia atau gangguan pertumbuhan janin.

Strategi Nutrisi: Saat sahur, fokus pada karbohidrat kompleks (nasi merah, gandum) dan protein tinggi agar cadangan energi bertahan lebih lama.

Hidrasi Pintar: Gunakan pola 2-4-2 (2 gelas saat berbuka, 4 gelas sepanjang malam, 2 gelas saat sahur) untuk mencegah dehidrasi.

Kenali Signal Bahaya: Segera batalkan puasa jika merasa pusing hebat, lemas berlebih, gerak janin berkurang, atau muncul kontraksi sebelum waktunya.

Dr. Yusuf juga mengingatkan peran penting suami dalam menjaga suasana hati istri. Dukungan emosional sangat membantu bumil terhindar dari rasa cemas yang berlebihan selama menjalankan ibadah di bulan puasa.

"Puasa itu ibadah, tapi menjaga amanah (janin) juga ibadah yang luar biasa. Jika memang kondisi fisik tidak memungkinkan, Islam memberikan keringanan. Jadi, jangan dipaksakan jika ada risiko medis," ujarnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....