Jatim Tertinggi Kasus Super Flu

  • 28 Jan 2026 19:53 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur mencatat 18 kasus influenza A subtipe H3N2 atau super flu hingga akhir Desember 2025, dengan pembaruan data terakhir per 27 Januari 2026. Jumlah tersebut menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi dengan kasus super flu terbanyak di Indonesia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, drg. Sulvy Dwi Anggraini mengatakan temuan tersebut merupakan bagian dari sistem kewaspadaan dini yang terintegrasi dengan Kementerian Kesehatan RI.

“Kasus yang kami temukan di Jawa Timur merupakan hasil pemantauan rutin melalui surveilans sentinel Influenza Like Illness dan Severe Acute Respiratory Infection, bukan kejadian luar biasa yang muncul tiba-tiba,” ujar drg. Sulvy saat menjadi narasumber dialog Aspirasi Pro1 RRI Surabaya, Rabu 28 Januari 2026.

Secara nasional, Kementerian Kesehatan RI mencatat hingga akhir 2025 terdapat 62 kasus super flu yang tersebar di sejumlah provinsi, dengan Jawa Timur sebagai penyumbang kasus terbanyak. Seluruh kasus di Jawa Timur ditemukan pada rentang usia 0 hingga 44 tahun.

Menurut drg. Sulvy, virus influenza A H3N2 bukan penyakit baru. Virus ini telah lama beredar dan terus bermutasi, sehingga pada kondisi tertentu dapat menyebabkan gejala yang lebih berat, terutama saat cuaca tidak menentu dan daya tahan tubuh menurun.

“Yang perlu dipahami masyarakat, ini bukan pandemi dan tidak mengarah ke situasi seperti COVID-19. Namun kewaspadaan tetap penting agar penularan bisa ditekan,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur telah menginstruksikan pemerintah kabupaten dan kota untuk mengeluarkan surat edaran kewaspadaan. Edaran tersebut menekankan kembali pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan masyarakat.

“Kami mengajak masyarakat untuk disiplin menjalankan PHBS, memakai masker saat sakit, menjaga etika batuk, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala flu yang memberat,” ujar drg. Sulvy.

Selain itu, vaksinasi influenza juga direkomendasikan sebagai upaya pencegahan tambahan, khususnya bagi kelompok rentan, guna mengurangi risiko penularan dan keparahan penyakit.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....