Pemprov Jatim Gandeng UCAS Perluas Akses Kampus UK

  • 14 Sep 2026 19:00 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pemprov Jawa Timur menggandeng Universities and Colleges Admissions Service (UCAS), Kedutaan Besar Inggris, dan British Council Indonesia untuk memperluas akses kuliah di United Kingdom (UK). Sosialisasi jalur pendaftaran universitas Inggris digelar di SMAN 5 Surabaya, Senin 14 September 2026.

Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mengatakan UCAS penting untuk memberi pemahaman soal alur pendaftaran dan persaingan masuk kampus UK. Sebab, jalur yang ditempuh lulusan sekolah berkurikulum internasional dan nasional berbeda.

"Persaingannya kan di seluruh dunia. Harapannya calon mahasiswa dari Indonesia, khususnya Jatim, bisa lebih memahami liku-likunya dan sukses mendaftar," kata Emil.

Emil menjelaskan, lulusan International Baccalaureate (IB) seperti SMA Cita Hati dapat langsung masuk tahun pertama perkuliahan. Sedangkan lulusan kurikulum nasional seperti SMAN 5 Surabaya umumnya perlu melewati matrikulasi atau foundation.

"Pendidikan di Indonesia juga sangat bagus. Ini hanya memperluas opsi. Mau S1 di sini lalu S2 ke luar negeri, atau sebaliknya, yang penting anak-anak tahu opsi yang tersedia," ujar Emil.

Untuk pembiayaan, Emil mendorong siswa aktif mencari peluang beasiswa. Di antaranya Chevening, Beasiswa Garuda, serta merit-based scholarship dari kampus berdasarkan capaian akademik.

Honorary Consul for East Java in Surabaya Ivy Kamadjaja, mengatakan pendidikan menjadi salah satu pilar penting dalam mempererat hubungan Inggris dan Indonesia. Melalui UCAS, calon mahasiswa dapat mendaftar hingga lima pilihan universitas dari ratusan kampus di UK.

"Ini momen penting karena UCAS baru kali pertama hadir di Jatim. Kami berharap kesempatan emas ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para pelajar di Surabaya dan Jatim," tutur Ivy Kamadjaja.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai, berharap sosialisasi serupa dapat menjangkau lebih banyak sekolah di Jawa Timur. Dengan begitu, siswa yang memiliki minat kuliah di luar negeri bisa memahami pilihan kampus, jalur masuk, dan skema pembiayaan sejak awal.

"Banyak anak-anak kita yang minatnya tinggi tapi bingung jalurnya. Kami berharap sosialisasi dari Konsul Jenderal Inggris dan UCAS ini tidak berhenti di sini, tapi bisa berkelanjutan ke sekolah-sekolah lain di Jawa Timur," kata Aries Agung Paewai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....