Sampoerna Academy Dorong Literasi Siswa lewat Karya Buku

  • 11 Sep 2026 15:47 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Sampoerna Academy Grand Pakuwon Surabaya memperingati Hari Literasi Internasional ke-60 melalui Literacy Day 2026 bertema “Literacy for People, the Planet, and Prosperity”, Jumat 11 September 2026. Kegiatan tersebut mendorong siswa memaknai literasi sebagai proses memahami informasi, mengeksplorasi gagasan, dan menghasilkan karya.

Kegiatan yang digelar di Sampoerna Academy Grand Pakuwon Surabaya itu ditandai dengan peluncuran tiga buku karya siswa yang terinspirasi dari 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Ketiga buku tersebut merupakan hasil Writing Competition yang dikembangkan melalui pembelajaran Bahasa Indonesia dan Projek Co-Curricular.

“Kami ingin mengajak siswa melihat literasi bukan hanya tentang seberapa banyak anak membaca, tetapi juga tentang seberapa baik mereka memahami, menginterpretasikan, dan memaknai apa yang dibaca. Dari situ, siswa dapat memperluas wawasan, melihat perspektif baru, dan menghubungkan apa yang dipelajari dengan kehidupan di sekitarnya,” ujar Maharsi Palupining Rini, National Principal Sampoerna Academy Grand Pakuwon Surabaya.

Tiga buku yang diluncurkan terdiri atas karya tingkat Primary berjudul "Minggu yang Menyenangkan" karya Alicia Georgia Marcia Oscar dengan ilustrasi Gwyneth Allison Supiyan dan Frances Eunice B.B. Sementara tingkat Secondary menghadirkan "Panen Kekuatan Rahasia" karya Aireen Angelie Effendy dengan ilustrasi Cherish Annabelle Utomo dan Sumiko Nicoline Pricendra, serta "Di antara Ombak & Bisikan" karya Annabel Gladys Tjipto dengan ilustrasi Eugene Poh, Miranda, dan Jennifer.

“Melalui proses tersebut, siswa belajar bahwa literasi tidak berhenti pada aktivitas membaca. Mereka belajar memahami apa yang dibaca, berdiskusi, melihat perspektif yang berbeda, serta mengolah pemahaman tersebut menjadi tulisan dan karya kreatif,” kata Palupining Rini.

Pengembangan karya dilakukan bersama guru melalui tahapan pengembangan ide, penulisan, dan revisi dengan tetap mempertahankan karakter serta suara masing-masing siswa. Pendekatan STEAM dan 5C, yakni Creativity, Critical Thinking, Communication, Collaboration, dan Character, juga diterapkan untuk membantu siswa mengolah informasi dan menghasilkan karya yang relevan.

“Kami berharap literasi dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, kepercayaan diri, dan keberanian siswa untuk terus mengeksplorasi hal-hal baru, sehingga mereka tumbuh sebagai pembelajar yang aktif dan mampu menggunakan pengetahuan yang dimiliki untuk menciptakan sesuatu yang bermakna,” tutup Palupining Rini.

Literasi di Sampoerna Academy diterapkan melalui kebiasaan “Gemar Belajar” dengan mendorong siswa membaca, berdiskusi, berefleksi, mengeksplorasi ide, serta menuangkan pemahaman dalam tulisan dan karya kreatif. Proses tersebut turut didukung pembelajaran trilingual dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Mandarin.

“Budaya literasi membutuhkan ekosistem, di mana sekolah dan perpustakaan memiliki peran yang saling melengkapi. Sekolah membangun proses belajar yang terstruktur, sementara perpustakaan menyediakan akses terhadap sumber belajar sekaligus ruang bagi anak untuk bereksplorasi,” ujar Dra. Novelija, S.H., Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya.

Penguatan literasi dinilai semakin penting di tengah luasnya akses anak terhadap informasi melalui buku, internet, media sosial, dan berbagai platform digital. Berdasarkan Asesmen Nasional 2025, proporsi siswa SD/MI yang mencapai kompetensi minimum literasi membaca tercatat 55,7 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....