Perguruan Tinggi Perkuat Pembelajaran untuk Mengurangi Risiko Bencana Nasional

  • 26 Agt 2026 21:46 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Forum Perguruan Tinggi untuk Pengurangan Risiko Bencana Indonesia menggelar sarasehan refleksi bencana nasional. Ketua Forum Perguruan Tinggi untuk Pengurangan Risiko Bencana Indonesia, Dr. Sorja Koesuma, mengatakan bencana harus menjadi bahan evaluasi bersama.

Kegiatan tersebut mendorong pembelajaran dari setiap bencana untuk memperkuat upaya pengurangan risiko. Pembelajaran dari bencana diharapkan mampu mengurangi risiko banjir, kebakaran, dan berbagai bencana lainnya.

“Kami belajar dari bencana yang sedang atau sudah terjadi, sehingga harapannya bisa mereduksi peristiwa kebencanaan,” ujarnya, Rabu, 26 Agustus 2026. Menurut Sorja, pembelajaran merupakan proses perubahan yang terjadi akibat pengalaman.

Proses tersebut juga meningkatkan potensi perbaikan kinerja dalam menghadapi bencana di masa mendatang. Ia menjelaskan, dampak bencana tidak hanya dirasakan sesaat setelah kejadian.

Bencana juga menimbulkan dampak jangka panjang yang memengaruhi kehidupan masyarakat. “Yang perlu dipelajari adalah kedua impact ini karena akan berdampak pada masyarakat,” katanya.

Sorja menegaskan, ketangguhan menghadapi bencana sangat ditentukan oleh kemampuan individu, masyarakat, maupun organisasi. Penguatan kapasitas masyarakat menjadi salah satu kunci mengurangi dampak ketika bencana terjadi.

Ia mencontohkan sejumlah survei di Jepang yang menunjukkan pentingnya kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana. Masyarakat yang memiliki kesiapsiagaan dan kapasitas kuat dinilai mampu mengurangi dampak bencana.

Sementara itu, Firman Syaifuddin dari Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (MKPI) ITS menyampaikan analisis sosiologi berdasarkan katalog data gempa BMKG. Analisis tersebut melihat fluktuasi kejadian gempa setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7.

Firman mengatakan data yang digunakan mengacu pada publikasi BMKG Kupang. Data tersebut memuat laporan harian mengenai jumlah gempa susulan setelah gempa utama di wilayah terdampak.

Menurutnya, perkembangan gempa penting diperhatikan dalam upaya mengurangi risiko bencana. Sebab, proses kegempaan bersifat dinamis dan tidak berhenti pada gempa utama.

“Bukan hanya gempa utama dan gempa susulannya yang bisa mengakibatkan bencana berikutnya,” ujarnya. Karena itu, pemantauan dan analisis berkelanjutan diperlukan untuk mengantisipasi risiko lanjutan di wilayah terdampak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....