TEP UNAIR Dorong Pemanfaatan Limbah Sawit untuk Pakan Sapi

  • 22 Agt 2026 21:38 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Perkebunan sawit di Papua menghasilkan limbah pelepah yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga (UNAIR) mengembangkan pemanfaatan limbah tersebut bagi peternak.

Program Sapi Sehat, Limbah Sawit Bernilai, Peternak Berdaya digelar di Distrik Prafi, Manokwari, Papua Barat. Ketua Tim, Prof. Dr. Erma Safitri drh. MSi, mengatakan program menyasar lebih dari 50 peternak.

Program tersebut mencakup sekitar 1.000 ekor sapi dengan fokus pada peternak potensial. “Program ini menjawab kebutuhan peternak memantau kesehatan, reproduksi, bobot, dan kondisi ternak,” ujarnya, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Salah satu inovasi program tersebut ialah SILPA-SAPI, berupa pengolahan pelepah sawit menjadi silase. Pelepah sawit dikumpulkan, dicacah, kemudian diberi aditif atau probiotik sebelum difermentasi.

Proses fermentasi berlangsung secara anaerob selama dua hingga empat minggu untuk menghasilkan pakan awetan. Pakan tersebut dinilai lebih mudah dicerna dan membantu menurunkan kadar serat kasar.

Pemanfaatan pelepah sawit juga membuka peluang ekonomi baru bagi peternak di wilayah tersebut. Peternak dapat menggunakan silase untuk kebutuhan sendiri atau mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi.

“Konsep ini menerapkan prinsip ekonomi sirkular dengan mengubah limbah menjadi sumber daya produktif,” kata Erma. Program tersebut turut menghadirkan Posyandu Ternak Keliling untuk mendatangi lokasi peternak secara langsung.

Layanan meliputi kesehatan, reproduksi, pakan, sanitasi kandang, pengobatan, dan pencatatan kondisi ternak. Tim juga melatih kader ternak lokal untuk melanjutkan pendampingan setelah program berakhir.

Setiap sapi sasaran mendapatkan kartu recording berisi identitas dan kondisi kesehatan ternak. Kartu tersebut mencatat bobot, Body Condition Score, reproduksi, pengobatan, serta pemberian pakan.

“Pencatatan membantu peternak memantau perkembangan sapi dan mengenali gangguan lebih awal,” katanya. Tim menargetkan bobot sapi tetap sesuai standar dan produktivitas reproduksi terus meningkat.

Target reproduksi tersebut diarahkan agar sapi mampu beranak satu kali setiap tahun. Pelaksanaan program melibatkan kelompok peternak, kader lokal, BUMDes, serta koperasi dalam pengembangan SILPA-SAPI.

Koordinasi pemerintah, perusahaan inti, dan petani plasma dilakukan untuk membangun kemitraan berkelanjutan. Program tersebut diharapkan meningkatkan kapasitas peternak dan pemanfaatan limbah sawit sebagai pakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....