Ahsin Sidqi: PLTN Jadi Kunci Transisi Energi Indonesia

  • 19 Agt 2026 08:05 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas nasional sekaligus mendukung transisi Indonesia menuju energi terbarukan. Wakil Rektor IV Institut Teknologi PLN (ITPLN), M. Ahsin Sidqi, mengatakan pembangunan PLTN membutuhkan kepemimpinan pemerintah agar dapat segera direalisasikan.

“Kita sudah menjadi satu tim. Karena bicara PLTN itu adalah nation pride, capacity building, dan status Indonesia menuju energi terbarukan,” ujarnya, Selasa, 18 Agustis 2026. Menurut Ahsin, Presiden Prabowo Subianto perlu memimpin pengembangan PLTN karena landasan kebijakannya telah tersedia melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

“Presiden Prabowo harus memimpin, karena tentu sudah ada landasannya RUPTL. Tinggal hari ini, saat ini atau tidak sama sekali,” katanya.

Ahsin menilai pengembangan teknologi nuklir bukan hal baru bagi Indonesia. Menurutnya, sejarah penguasaan teknologi nuklir Indonesia telah dimulai sejak era Presiden Soekarno.

Ia mengutip pernyataan Soekarno pada 1950 bahwa Indonesia perlu menguasai dua bidang strategis. Yakni luar angkasa dan nuklir, apabila ingin menjadi negara yang disegani dunia.

“Kalau Indonesia ingin menguasai dunia, harus ada dua hal yang harus dikuasai, yakni luar angkasa dan nuklir," katanya. Menurut Ahsin, Indonesia bahkan telah memiliki reaktor nuklir sejak 1960.

Hingga kini, fasilitas reaktor riset tersebut masih beroperasi di Bandung, Serpong, dan Yogyakarta. “Sekarang masih beroperasi di tiga lokasi, yakni Bandung, Serpong dan Yogyakarta,” katanya.

Ia menambahkan, kapasitas keilmuan Indonesia dalam bidang nuklir juga telah berkembang cukup lama. Bahkan, sejumlah pihak dari luar negeri disebut datang untuk mempelajari teknologi dan keilmuan nuklir di Indonesia.

“Sampai sekarang orang-orang luar negeri yang punya reaktor nuklir, belajar ke kita. Jadi kalau masalah keilmuan tentang nuklir sudah selesai," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....