PII Tegaskan Insinyur Bangun Peradaban Bangsa
- 25 Mei 2026 05:17 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menegaskan peran insinyur kini melampaui pembangunan infrastruktur fisik. Insinyur dinilai turut membangun kehidupan dan peradaban bangsa.
Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Jenderal PII, Teguh Haryono, dalam pelantikan insinyur baru ITPLN. Kegiatan berlangsung pada Program Studi Program Profesi Insinyur Institut Teknologi PLN.
Teguh menilai kebutuhan energi nasional terus meningkat setiap tahun. Karena itu, sektor energi membutuhkan insinyur profesional yang tersertifikasi dan beretika.
“Insinyur bukan hanya membangun fisik, tetapi juga membangun kehidupan masyarakat,” ujar Teguh, Minggu, 24 Mei 2026. Ia menegaskan sektor energi harus ditangani tenaga profesional bersertifikat resmi.
Menurut Teguh, etika profesi menjadi fondasi utama dunia keinsinyuran nasional. Lulusan PSPPI ITPLN diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan energi.
“Saya yakin alumni ITPLN tidak sekadar mengikuti perkembangan, tetapi menjadi penggerak sektor energi,” katanya. Ia optimistis lulusan ITPLN mampu menjawab tantangan pembangunan nasional.
Teguh mengungkapkan terdapat 59 perguruan tinggi penyelenggara Program Profesi Insinyur di Indonesia. Seluruh program tersebut dijalankan melalui kerja sama bersama PII.
Namun, menurutnya, kolaborasi itu tidak boleh berhenti pada seremoni pengukuhan profesi. PII ingin keterlibatan insinyur diperluas mendukung percepatan pembangunan nasional.
“Kami mendorong PII dilibatkan aktif bersama PLN dan Kementerian ESDM,” ucap Teguh. Ia menilai kolaborasi penting agar Indonesia tidak tertinggal dalam pembangunan energi.
Teguh menyebut ITPLN menjadi kampus andalan PII dalam mencetak insinyur bidang energi dan ketenagalistrikan. Pada kesempatan itu, sebanyak 47 insinyur baru resmi dikukuhkan.
“Insinyur tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun peradaban bangsa,” ujarnya. Ia mengingatkan hasil pembangunan akan dinilai generasi mendatang.
Sementara itu, Wakil Rektor IV ITPLN, M Ahsin Sidqi, menegaskan pendidikan profesi diarahkan berdampak nyata. Program itu difokuskan mendukung pembangunan nasional dan kebutuhan masyarakat.
Menurut Ahsin, lulusan PSPPI ITPLN dibekali kompetensi teknis dan nilai kebangsaan. Mereka juga diperkuat komitmen kemanusiaan menuju Indonesia Emas 2045.
“Mereka sebenarnya sudah profesional, lalu diperkuat melalui sertifikat kompetensi yang diregistrasi negara,” kata Ahsin. Sertifikasi itu dinilai memperkuat keyakinan dan tanggung jawab profesi.
ITPLN, lanjut Ahsin, terus meningkatkan kualitas pendidikan profesi insinyur nasional. Langkah itu dilakukan melalui kolaborasi bersama para ahli dan pemangku kepentingan.
“Kami ingin insinyur berada di garda depan pembangunan sekaligus terlindungi profesinya,” ujar Ahsin. Perlindungan profesi dinilai penting bagi kepastian kerja para insinyur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....