SDN Sawunggaling 1 Surabaya Gelar Deklarasi Hari Anak Nasional 2026
- 24 Jul 2026 02:31 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Memperingati Hari Anak Nasional tahun 2026, SDN Sawunggaling 1 Surabaya menggelar Deklarasi Hari Anak Nasional 2026 di halaman sekolah SDN Sawunggaling 1 Surabaya hari ini Kamis, 23 Juli 2026. Acara di hadiri oleh beberapa stakeholder terkait dan juga orang tua murid serta siswa kelas 1 yang baru saja masuk.
Kepala Sekolah SDN Sawunggaling 1 Surabaya Mochamad Taukit, saat diwawancarai RRI usai acara mengatakan, tantangan yang ada di ruang lingkup sekolah saat ini yakni menciptakan ruang belajar yang aman bagi anak dan jauh dari perundungan dan bullying. “Intinya poin yang perlu digaris bawahi untuk kegiatan Hari Anak Nasional sesuai dengan temanya Sayangi Anak, Lindungi Anak, dan Bangun Masa Depan Anak. Supaya anak-anak ini terbebas dari segala macam bentuk kejahatan, agar anak dapat menentukan kebebasannya masing-masing,” ujar Taukit.
Ia menambahkan fokus lain yang menjadi poin utama pihaknya saat ini yakni memberikan pendidikan yang imbang pada aspek digitalisasi dan praktek langsung di lapangan. Menurutnya, pembelajaran di dunia nyata dengan pengembangan digital yang mumpuni akan mempercepat proses peningkatan sdm anak. “Jadi intinya kita memberikan edukasi. Edukasi yang kami berikan ke anak-anak ini tujuannya supaya tidak terjerumus dalam hal-hal yang negatif baik melalui HP ataupun konten-konten yang ada di HP yang bersifat negatif. Dan kami imbangi dengan praktek pembelajaran di lapangan,” ucapnya.
Selain itu Bunda PAUD Kelurahan Sawunggaling yang juga menjabat sebagai Lurah Sawunggaling Rizka Fadillah menekankan pentingnya komunikasi yang sehat antara anak dengan orang tua, penentuan regulasi yang jelas pada pola didik anak, serta aktif mengajak anak untuk bermain. “Karena hubungan yang erat antara orang tua dan anak ini bisa menciptakan kondisi yang kondusif sehingga kemungkinan salah pergaulan bisa diatasi,” ucap Rizka.
Selain itu, terdapat kondisi yang sangat krusial dari peran orang tua dalam menentukan pola didik anak, terutama soal penggunaan gadget dan media sosial. Saat anak jauh dari pengawasan orang tua dan pelarian terdekatnya adalah gadget, membuka kemungkinan bagi anak untuk terbawa arus informasi yang tidak terpilah dengan baik sehingga mampu menciptakan kondisi ruang belajar yang tidak progresif bagi anak.
Sementara Perwakilan Siswa, Nazia Putri berharap kepada pemerintah untuk mempermudah akses pendidikan, kesehatan dan berbagai akses bagi anak lainnya yang masih belum terjangkau untuk seluruh siswa di momen Hari Anak Nasional 2026 kali ini. “Harapan saya untuk semua anak-anak Indonesia di lingkungan pendidikan, agar dapat belajar lebih baik dengan tertib dan tidak mengganggu teman yang juga belajar. Lalu juga harapan untuk pemerintah agar bisa menyediakan akses pendidikan dengan baik kedepannya,” ucap Nazia.
Sepanjang acara, para siswa dan orang tua wali murid mendapatkan materi terkait bahaya perundungan dan dampak negatif dari ketiadaan peran orang tua saat mendidik anak. Disamping itu, pemateri dan undangan yang hadir pada acara tersebut diantaranya Bunda Paud Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo, Komnas PA Kota Surabaya, Bhabinkamtibmas Polsek Wonokromo, serta stakeholder terkait lain
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....