Komnas PA Surabaya dan Dewan Pendidikan Jatim Soroti Peringatan Hari Anak
- 23 Jul 2026 19:23 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Peringatan Hari Anak Nasional 2026 setiap tanggal 23 Juli mengundang berbagai pandangan dari pihak terkait, salah satunya Komisi Nasional Perlindungan Anak. Komnas PA Surabaya melalui Ketua Komnas PA Surabaya Syaiful Bachri menyoroti soal maraknya kasus perundungan dan bullying yang ada di lingkungan sekolah.
Syaiful saat di hubungi RRI Surabaya, menjelaskan kondisi lingkungan sekolah saat ini belum menemui fase penurunan secara data kasus perundungan yang tercatat. “Saya melihat perundungan yang ada dilingkungan sekolah ini kiranya belum ada penurunan ya, ini yang menjadi PR kita,” ujarnya.
Menurutnya penyebab utama maraknya perundungan yang ada saat ini di awali dari manajemen sosial media yang kurang bijak oleh orang tua sehingga peran orang tua tergantikan dengan teknologi dan gadget. “Peran orang tua disini menjadi sangat penting, terlebih pada pengawasan penggunaan gadget pada anak,” ucapnya.
Oleh karena itu dirinya mengajak orang tua dan guru untuk bergerak bersama dalam mengantisipasi terjadinya perundungan dengan melakukan pendampingan intens terutama berkaitan dengan sosial media. “Paparan yang ada di sosial media saat ini perlu di bendung dan di batasi sesuai regulasi dan pengawasan orang tua,” ucapnya.
Sementara Anggota Dewan Pendidikan Jatim Suko Widodo menyebut selain pembatasan sosial media, langkah kongkrit pencegahan perundungan pada anak bisa dilakukan pola pendidikan berbasis alam agar anak mampu berpikir faktual. “Kembalikan anak pada pendidikan berbasis alam, untuk mengetahui fakta di lapangan,” ujarnya.

Selain itu, Suko juga menekankan dunia pendidikan saat ini perlu menghadirkan pendidikan yang jujur dan jauh dari manipulasi kepentingan pihak manapun. “Yang menjadi masalah ketika fakta materi pendidikan secara sengaja di manipulasi ke arah yang tidak semestinya, itu yang kami tolak dari digitalisasi,” ucapnya.
Berdasarkan data dari UNICEF, sebanyak 33 persen siswa berusia 13-15 tahun di seluruh dunia pernah mengalami perundungan dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Sementara di Indonesia, berdasarkan data dari Komdigi RI menemukan sebanyak 48 persen anak pernah menjadi korban perundungan siber.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....