Guru Besar ITS Inovasikan Material Penyimpanan Energi

  • 04 Jul 2026 09:48 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Diah Susanti, mengembangkan material maju untuk mengatasi krisis energi. Inovasi tersebut juga ditujukan mendukung pengendalian pencemaran lingkungan secara berkelanjutan.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Diah menekankan pentingnya transisi energi melalui pemanfaatan teknologi material. "Teknologi fotokatalis berbahan rGO/CuO mampu mengubah gas CO2 menjadi metanol dan metana," ujarnya.

Ia menjelaskan, teknologi fotokatalis juga dikembangkan untuk menguraikan limbah pewarna industri berbahaya. "Material rGO/ZnO mampu mendegradasi polutan Rhodamine-B hingga 99,5 persen dalam lima jam," katanya.

Prof. Diah turut mengembangkan superkapasitor elektrokimia sebagai penyimpan energi berkapasitas tinggi. "Kapasitansinya mencapai 10 ribu kali lebih besar dibanding kapasitor konvensional," ucapnya.

Menurutnya, superkapasitor terdiri atas tipe EDLC, pseudocapacitor, dan sistem hibrida. Ketiganya dikembangkan menggunakan material rGO yang dipadukan dengan berbagai oksida logam.

Penelitian tersebut juga memanfaatkan limbah biomassa, seperti eceng gondok, tempurung kelapa, dan kluwak. Material itu diolah menjadi rGO berpori untuk mendukung sistem penyimpanan energi ramah lingkungan.

Ke depan, teknologi tersebut ditargetkan terintegrasi dengan baterai maupun fuel cell pada kendaraan listrik. "Kami ingin hasil riset ini tidak berhenti di laboratorium, tetapi diterapkan industri," ujar Prof. Diah.

Prof. Diah berharap kolaborasi dengan industri terus diperluas demi mendukung target Net Zero Emission 2060. "Kaum perempuan harus terus berdaya dan memberikan kontribusi riset terbaik bagi kelestarian alam," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....