Dosen ITS: Keterbatasan SPKLU Masih Jadi Tantangan Kendaraan Listrik
- 02 Jul 2026 20:33 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Infrastruktur pengisian daya masih menjadi tantangan utama percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Jumlah SPKLU belum merata dan waktu pengisian baterai masih relatif lebih lama.
Dosen Departemen Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Bambang Sudarmanta, menilai kendaraan konvensional masih unggul dalam kemudahan pengisian bahan bakar. Hal itu didukung jaringan SPBU yang tersebar luas.
"Ketika indikator bahan bakar habis, kita tinggal mencari SPBU. Pengisiannya sekitar lima menit sudah selesai," ujar Bambang, Kamis, 2 Juli 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan kendaraan listrik. Keberadaan SPKLU dinilai masih terbatas di berbagai daerah.
"Untuk kendaraan listrik, SPKLU saat ini masih terbatas. Waktu pengisiannya juga lebih lama dibandingkan bensin atau diesel," katanya.
Meski begitu, Bambang menilai kendaraan listrik cocok digunakan untuk mobilitas harian. Terutama bagi pengguna dengan jarak perjalanan yang relatif pendek.
"Kalau digunakan dari rumah ke kantor dan jaraknya masih sesuai kemampuan baterai, itu masih aman. Baterai dapat diisi di rumah, lalu diisi kembali di tempat kerja," ucapnya.
Ia menegaskan perluasan SPKLU dan teknologi pengisian cepat harus terus dikembangkan. Langkah itu diyakini mempercepat adopsi kendaraan listrik dan mendukung pengurangan emisi transportasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....