Guru Besar Ubaya Masuk Top 5 Persen Peneliti Dunia

  • 25 Jun 2026 16:34 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Guru Besar Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Surabaya (Ubaya), Prof. Putu Doddy Sutrisna, Ph.D., berhasil masuk dalam jajaran 5 persen peneliti teratas dunia versi Scirank Global Registry 2025. Pengakuan tersebut menempatkannya sebagai salah satu akademisi Indonesia yang memiliki kontribusi signifikan dalam publikasi dan penelitian ilmiah di tingkat global.

Sejak bergabung sebagai dosen Ubaya pada tahun 2000, Prof. Putu telah menghasilkan ratusan publikasi ilmiah yang banyak di antaranya terindeks Scopus. Kepala Laboratorium Satuan Operasi dan Teknologi Proses Kimia ini memfokuskan penelitiannya pada teknologi membran, yaitu metode penyaringan dan pemisahan senyawa kimia dalam bentuk gas maupun cairan.

“Sebagai dosen, saya harus mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang salah satunya adalah penelitian. Semakin banyak penelitian yang saya lakukan, keinginan untuk meraih gelar akademik yang lebih tinggi juga semakin kuat,” ujar Prof. Putu, dalam siaran pers, Kamis 25 Juni 2026.

Salah satu inovasi yang berhasil dikembangkannya adalah teknik sintesis membran filter berbahan polimer untuk pemisahan gas dan cairan. Teknologi tersebut dinilai lebih elastis, tipis, tidak mudah pecah, memiliki daya rekat yang baik, serta mampu memilah molekul berdasarkan ukurannya dibandingkan metode filtrasi konvensional.

“Saat ini saya mendalami teknologi penyaringan dan pemisahan gas serta cairan yang dapat berkontribusi dalam mengurangi gas rumah kaca. Teknologi membran juga berpotensi diterapkan untuk pemurnian limbah dan penyaringan mikro maupun nanoplastik yang berdampak pada kualitas lingkungan,” katanya.

Selain melakukan penelitian, Prof. Putu aktif mendampingi industri dalam penerapan teknologi membran untuk proses penyaringan dan pemurnian limbah. Menurutnya, pengembangan teknologi tersebut dapat menjadi solusi untuk mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus mendukung upaya keberlanjutan.

“Masih belum banyak hasil penelitian yang berhasil dihilirisasi di Indonesia. Padahal, apabila ada sinergi yang baik, capaian riset dari perguruan tinggi dapat dimanfaatkan oleh industri melalui dukungan yang maksimal dari pemerintah,” tegasnya. Ia berharap hilirisasi hasil penelitian di Indonesia dapat semakin berkembang sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....