Mahasiswa UC Angkat Emosi Gen Z lewat Pameran Visual
- 12 Jun 2026 20:45 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Mahasiswa semester 2 Visual Communication Design (VCD) Universitas Ciputra menghadirkan pameran bertema emosi dan musik. Kegiatan ini menjawab meningkatnya perhatian Generasi Z terhadap kesehatan mental dan ekspresi diri.
Melalui pameran Feel the Emotion: Of the Sound, Image, & Synesthesia, pengunjung diajak merasakan emosi melalui karya visual. Publik tidak hanya mendengar musik, tetapi juga melihat makna yang terkandung di dalamnya.
Pameran di Copreneur Universitas Ciputra menampilkan puluhan karya mahasiswa semester dua. Seluruh karya berangkat dari empat lagu orisinal yang mereka ciptakan sendiri.
Mahasiswa menulis lirik, menciptakan musik, lalu menerjemahkannya ke berbagai media visual. Karya tersebut mencakup sampul album, poster, fotografi, ilustrasi, dan identitas visual.
Dosen VCD Universitas Ciputra, Pandu R. Utomo, mengatakan proyek ini memperluas pemahaman mahasiswa tentang desain. “Desain yang baik tidak hanya dinikmati oleh mata,” ujarnya, Jumat, 12 Juni 2026.
Menurut Pandu, desain mampu menjangkau berbagai indra dan mengolah emosi manusia. “Melalui proyek ini mahasiswa belajar menerjemahkan pengalaman menjadi komunikasi visual yang bermakna,” katanya.
Ia menilai pendekatan tersebut relevan dengan perkembangan industri kreatif global saat ini. Desainer kini dituntut membangun keterhubungan emosional dengan audiens, selain menghasilkan karya estetis.
Berbagai karya mahasiswa mengangkat isu yang dekat dengan kehidupan Generasi Z. Tema yang diangkat meliputi pencarian jati diri, keluarga, pertemanan, kehilangan, dan harapan.
Ketua pameran, Benaya Christofer F., mengatakan konsep acara terinspirasi fenomena synesthesia. Fenomena itu menggambarkan keterhubungan antarindra, seperti melihat warna saat mendengar suara.
“Biasanya musik hanya didengar,” kata Benaya. “Dalam pameran ini kami menerjemahkan musik menjadi pengalaman visual yang dapat dilihat dan dirasakan.”
Ia menjelaskan setiap karya memiliki cerita dan emosi yang berbeda. Seluruh karya lahir dari proses kreatif panjang yang diawali penciptaan lagu.
Pandu berharap pameran ini menjadi ruang apresiasi sekaligus pembelajaran. “Karya desain kini menjadi medium membangun pengalaman, refleksi, dan koneksi emosional yang mendalam,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....