FitGlee, Inovasi Engklek untuk Cegah Obesitas Anak

  • 03 Jun 2026 00:08 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya, Howard Richardson Gohvint, menghadirkan inovasi permainan anak bernama FitGlee. Produk tersebut mengangkat kembali permainan tradisional engklek sebagai sarana meningkatkan aktivitas fisik anak sekaligus membantu mencegah obesitas.

Howard menjelaskan, salah satu penyebab meningkatnya risiko obesitas pada anak adalah kurangnya aktivitas fisik. Karena itu, ia merancang permainan yang mendorong anak bergerak aktif saat bermain.

"Salah satu faktor penyebab obesitas anak karena kurangnya aktivitas fisik. Permainan ini dirancang agar anak bisa jongkok, melompat, dan menyeimbangkan diri," ujarnya, Selasa, 2 Juni 2026.

Menurutnya, gerakan-gerakan tersebut termasuk aktivitas fisik yang penting bagi anak usia 3 hingga 6 tahun. Melalui permainan engklek yang dimodifikasi, anak dapat berolahraga sambil bermain dengan cara yang menyenangkan.

"Gerakan tersebut sudah masuk kategori aktivitas fisik, terutama untuk anak usia 3 sampai 6 tahun. Jadi upaya mencegah obesitas anak bisa dilakukan melalui papan permainan engklek ini," katanya.

Sebelum diperkenalkan lebih luas, FitGlee telah melalui tahap uji coba kepada enam anak. Hasil pengujian menunjukkan anak-anak dapat memahami cara bermain tanpa penjelasan khusus.

"Saat melihat produk ini, mereka langsung paham sebelum saya menjelaskan cara permainannya," ucap Howard. Ia mengatakan anak-anak yang mencoba FitGlee langsung mengeksplorasi berbagai gerakan.

Mereka menggunakan kaki, tangan, serta mengikuti instruksi yang terdapat pada papan permainan secara mandiri. "Saat bermain, mereka langsung mencoba melompat dan mengikuti gerakan yang sesuai dengan instruksi papan tanpa harus dijelaskan," ujarnya.

Tidak hanya anak-anak, para orang tua juga dinilai mudah memahami konsep permainan tersebut. Howard menilai hal itu menjadi nilai tambah karena FitGlee mampu mendorong interaksi dan aktivitas fisik keluarga.

"Bahkan orang tua bisa langsung paham dan mengerti. Ini memiliki nilai yang baik karena anak bisa aktif bergerak dan tidak hanya memegang gadget," katanya.

Howard menambahkan, gaya hidup masyarakat saat ini cenderung mengarah pada aktivitas di dalam ruangan. Kebiasaan duduk, rebahan, tidur, hingga penggunaan gawai dalam waktu lama membuat aktivitas fisik anak semakin berkurang.

"Di zaman sekarang, anak-anak bahkan orang tua cenderung banyak beraktivitas di dalam ruangan. Seperti duduk, rebahan, tidur, dan menggunakan gadget," ujar Howard.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....