Menteri PPPA Tegaskan Kampus Bentuk Generasi Unggul

  • 10 Mei 2026 20:37 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Menteri PPPA Arifah Choiri Fauzi menegaskan kampus memiliki peran strategis membangun generasi unggul. Kampus dinilai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, bukan sekadar ruang transfer ilmu pengetahuan.

Hal tersebut disampaikan Menteri PPPA saat menjadi narasumber Diskusi Panel Gema Kebangsaan yang berlangsung di kampus Universitas Negeri Surabaya. Pada forum tersebut menghadirkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto. Hadir dan Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia, Eduart Wolok.

“Selain transfer ilmu, kampus merupakan laboratorium peradaban yang membentuk pemimpin berempati dan berintegritas,” ujar Menteri PPPA, Sabtu, 9 Mei 2026. Arifah menjelaskan kemajuan bangsa tidak hanya diukur melalui teknologi dan prestasi akademik.

Perlindungan terhadap perempuan dan anak juga menjadi ukuran penting peradaban. Berdasarkan Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional 2024, satu dari empat perempuan pernah mengalami kekerasan.

Kekerasan tersebut berupa fisik dan/atau seksual sepanjang hidupnya. Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja 2024 juga menunjukkan tingginya angka kekerasan anak.

Satu dari dua anak usia 13–17 tahun pernah mengalami kekerasan. “Kondisi ini membutuhkan komitmen seluruh civitas academica membangun budaya kampus yang menghormati kemanusiaan,” katanya.

Mendiktisaintek Brian Yuliarto menegaskan kekerasan di perguruan tinggi harus menjadi perhatian bersama. Penguatan sosialisasi dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Kampus adalah pusat pengetahuan dan peradaban, sehingga harus menjadi ruang aman bagi seluruh warga,” ujarnya. Brian menambahkan pimpinan perguruan tinggi perlu terus mengingatkan seluruh warga kampus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....