Mendiktisaintek Dorong ITS Percepat Hilirisasi Riset Berdampak Nasional

  • 09 Mei 2026 16:47 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Institut Teknologi Sepuluh Nopember menegaskan kesiapan mendukung arah baru riset nasional, melalui penguatan hilirisasi dan komersialisasi inovasi. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Brian Yuliarto, menegaskan pentingnya riset berdampak nasional.

Langkah tersebut sejalan dengan Peta Jalan Riset Strategis Nasional 2026–2045. Agenda itu disusun Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

“Perguruan tinggi diharapkan menyelaraskan hasil riset dengan target nasional,” ujar Brian, Sabtu, 9 Mei 2026. Menurutnya, penelitian harus menjawab kebutuhan strategis bangsa.

Brian menilai ITS memiliki banyak inovasi relevan dengan kebutuhan nasional. Ia mencontohkan motor listrik, traktor listrik, dan alat panjat kelapa.

“Riset ITS mendukung program kemandirian pangan dan energi nasional,” ucapnya. Menurut Brian, kedua sektor membutuhkan basis teknologi yang kuat.

Ia juga menekankan pentingnya kemitraan kampus dan industri. Kolaborasi itu dinilai mampu mempercepat hilirisasi hasil riset perguruan tinggi.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek RI, Mohammad Fauzan Adziman, menggelar pertemuan bersama LLDIKTI Wilayah VII. Forum tersebut dihadiri sejumlah perguruan tinggi Jawa Timur., diantaranya Universitas Airlangga, Universitas Negeri Surabaya, dan UPN Veteran Jawa Timur.

Rektor ITS, Bambang Pramujati, menegaskan kesiapan mendukung agenda riset nasional. ITS akan memperkuat hilirisasi riset berdampak bagi masyarakat dan industri.

“ITS siap mendukung agenda riset strategis nasional,” ujar Bambang. Ia menyebut langkah itu selaras dengan visi Entrepreneurial University.

ITS juga terlibat dalam penyusunan Peta Jalan Riset Strategis Nasional 2026–2045. Sejumlah dosen ITS tergabung sebagai tim pakar bidang maritim dan pertahanan.

Keterlibatan tersebut mempertegas kontribusi ITS dalam arah riset nasional. ITS juga terus mendorong inovasi sektor maritim, energi, dan teknologi pertahanan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....