Mahasiswa FK UC Belajar Komunikasi tanpa Suara untuk Pasien Tuli

  • 07 Mei 2026 21:14 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra mengikuti simulasi komunikasi tanpa suara bersama Yayasan Pusbisindo Jawa Timur di Integrity Hall. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan pelayanan kesehatan bagi Pasien Tuli.

Dalam simulasi tersebut, mahasiswa diminta menyampaikan keluhan dan memahami instruksi tanpa komunikasi verbal. Mereka juga diperkenalkan dasar bahasa isyarat dan interaksi ramah Pasien Tuli.

Mahasiswa FK UC, Eklesia Gabriel Thienus, mengaku perspektifnya berubah setelah mengikuti simulasi. “Saya merasakan frustrasi ketika tidak bisa bicara,” ujarnya, Kamis 7 Mei 2026.

Ia menilai Pasien Tuli menghadapi situasi yang lebih kompleks dalam pelayanan medis. Pengalaman itu membuatnya memahami pentingnya komunikasi inklusif.

Dosen FK UC, dr. Areta Idarto, mengatakan tantangan utama pelayanan Pasien Tuli terletak pada komunikasi. “Dokter harus kompeten sekaligus inklusif dalam berkomunikasi,” katanya.

Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki kemampuan komunikasi yang inklusif selain kompetensi medis. FK UC menargetkan lahirnya dokter dengan kemampuan akademis dan empati yang seimbang agar siap melayani semua kalangan secara setara.

Data Badan Pusat Statistik mencatat prevalensi disabilitas mencapai sekitar 2,17 persen populasi. Penyandang tuli masih menghadapi hambatan komunikasi dalam layanan kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....