Unesa dan CCNU Fokus Kembangkan SDM Penutur Mandarin

  • 19 Apr 2026 20:12 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kerja sama strategis dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) penutur bahasa Mandarin terjalin antara Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan CCNU. Pertemuan yang menandai 15 tahun kerja sama strategis berlangsung di Gedung Rektorat Confucius Institute Central China Normal University (CCNU), Tiongkok.

Momentum ini menjadi refleksi sekaligus pijakan baru kedua institusi. Fokusnya memperkuat Confucius Institute sebagai pusat bahasa, budaya, dan kolaborasi akademik.

Rektor Unesa, Nurhasan, menyebut kemajuan signifikan dalam setahun terakhir. “Confucius Institute berkembang melampaui pusat bahasa menjadi pusat kolaborasi dan sertifikasi internasional,” ujarnya, Sabtu, 18 April 2026.

Ia menilai program telah memberi dampak nyata bagi masyarakat Jawa Timur. “Program tidak sekadar formalitas, tetapi memperkuat keterlibatan global Indonesia dan Tiongkok,” ujarnya.

Berbagai kegiatan telah dijalankan, mulai pembelajaran bahasa hingga festival budaya. Sertifikasi internasional seperti HSK juga menjadi indikator keberhasilan kerja sama.

Ke depan, Unesa mendorong perluasan kemitraan lintas bidang akademik. “Kolaborasi harus lebih konkret dan berkembang ke bidang strategis lainnya,” kata Nurhasan.

Wakil Rektor CCNU, Wu Tong, menegaskan 2026 sebagai tonggak penting. “Kami fokus pada pengajaran Mandarin, budaya, HSK, pelatihan guru, dan kemitraan,” ucapnya.

CCNU dan Unesa akan mengembangkan kurikulum baru lintas disiplin. “Langkah ini meningkatkan kompetensi dan daya saing lulusan di dunia kerja,” ujar Wu Tong.

Direktur Confucius Institute, Zhu Li, menyoroti capaian dan rencana pengembangan fasilitas. “Optimalisasi fasilitas kampus membuat kegiatan lebih efisien dan berdampak luas,” katanya.

Kedua pihak juga membahas kesejahteraan tenaga pengajar dan evaluasi organisasi. Langkah ini penting untuk menjaga kualitas program dan mempercepat kebijakan strategis.

Kerja sama ini dinilai menjawab kebutuhan tenaga kerja berbahasa Mandarin. Pembukaan mata kuliah umum diharapkan menjangkau mahasiswa non-bahasa secara luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....