Efisiensi Energi, Rektor ITS Kaji Kebijakan WFH
- 08 Apr 2026 20:58 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Bambang Pramujati, menyatakan kampusnya tengah mengkaji dan mempertimbangkan kebijakan work from home (WFH). Kebijakan WFH diimbau pemerintah untuk efisiensi energi dan pengurangan mobilitas.
Ia menjelaskan, ITS telah menerima edaran resmi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Namun, penerapan WFH di lingkungan kampus tidak bisa dilakukan secara langsung.
“Memang ada edaran dari pemerintah terkait pelaksanaan WFH untuk efisiensi energi dan mengurangi mobilitas,” ujarnya. Menurut Bambang, aktivitas perkuliahan di ITS pada pekan ini masih berjalan normal.
Pihak kampus akan membahas lebih lanjut kebijakan tersebut sebelum diterapkan. “Perkuliahan kami masih berjalan seperti biasa," ujarnya.
Edaran sudah kami terima, dan minggu ini akan kami diskusikan,” katanya. Ia menegaskan, tidak semua kegiatan akademik memungkinkan untuk dilakukan secara daring.
Terutama mata kuliah yang membutuhkan praktik langsung di laboratorium. “Perkuliahan tidak serta merta bisa WFH. Ada kelas-kelas praktik di laboratorium yang tidak bisa dilakukan dari rumah,” katanya.
Untuk itu, ITS akan menyusun skema penjadwalan yang fleksibel jika kebijakan WFH harus diterapkan. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pengaturan kehadiran secara bergilir.
“Kalau harus WFH, kemungkinan diberlakukan satu hari sesuai arahan pemerintah. Kami akan lihat mata kuliah yang ada praktik laboratorium,” ucapnya.
Ia menambahkan, kampus juga membuka kemungkinan pembagian jadwal kuliah menjadi dua sesi. Sehingga sebagian mahasiswa tetap dapat mengikuti kegiatan secara luring.
“Tidak harus libur penuh. Bisa jadi separuh masuk dan separuh lainnya daring, karena tidak mudah memindahkan seluruh aktivitas sekaligus,” kata Bambang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....