ITS Dorong Pendidikan Inklusif Melalui Beasiswa Garuda

  • 16 Mar 2026 19:55 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memperkuat komitmen menyediakan akses pendidikan tinggi inklusif bagi masyarakat. Komitmen ini diwujudkan melalui program Beasiswa Garuda Sarjana 2026.

Program ini memberi kesempatan calon mahasiswa menempuh pendidikan joint degree atau double degree. Studi dapat dilakukan di ITS dan perguruan tinggi luar negeri ternama.

Beasiswa Garuda Sarjana diinisiasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI. Pendanaan berasal dari Dana Abadi Pendidikan yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Program tersebut menyasar putra-putri terbaik bangsa dari latar belakang kurang terepresentasikan. Pelaksanaannya juga dikoordinasikan Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek.

Pada tahun ini, beasiswa terbuka bagi seluruh warga negara Indonesia yang memenuhi persyaratan. Peserta merupakan siswa kelas XII SMA, SMK, atau Madrasah Aliyah tahun ajaran 2025/2026.

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS, Nurul Widiastuti menjelaskan terdapat dua skema beasiswa. Salah satunya program joint degree atau double degree dengan perguruan tinggi luar negeri.

“ITS mendapatkan kesempatan sebagai satu dari tujuh perguruan tinggi negeri mitra Beasiswa Garuda,” katanya, Senin, 16 Maret 2026. Program tersebut dijalankan melalui 10 program studi International Undergraduate Program (IUP) ITS.

Mahasiswa berpeluang meraih gelar ganda atau gelar bersama dari perguruan tinggi luar negeri. Pendaftaran IUP ITS dibuka dalam tiga gelombang sepanjang 2026.

Gelombang kedua berlangsung 1 April hingga 6 Mei 2026. Sementara gelombang ketiga dibuka pada 3 hingga 30 Juni 2026, dan pendaftaran Beasiswa Garuda Sarjana dibuka dalam dua gelombang.

Gelombang pertama berlangsung 15 Februari hingga 15 Maret 2026. Gelombang kedua dijadwalkan pada 25 Mei hingga 25 Juni 2026.

Nurul Widiastuti menjelaskan beasiswa ini mencakup berbagai komponen pembiayaan pendidikan. Dana pendidikan meliputi tuition fee, biaya pendaftaran, dan tunjangan pendidikan.

Selain itu tersedia dana pendukung bagi mahasiswa penerima beasiswa. Dana tersebut mencakup transportasi, visa, asuransi kesehatan, hingga biaya hidup bulanan.

“Beasiswa ini diharapkan memberi kesempatan luas bagi mahasiswa untuk belajar di lingkungan internasional,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....