Minat Menurun, ITS Tetap Layani Konversi Kendaraan Listrik

  • 11 Feb 2026 21:35 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Minat konversi kendaraan bermotor menjadi listrik di bengkel ITS menurun dalam beberapa tahun terakhir. Guru Besar Teknik Mesin ITS, Bambang Sudarmanta, Rabu, 9 Februari 2026, mengatakan bengkel konversi kendaraan listrik tetap buka.

Bambang menjelaskan, minat konversi kendaraan listrik pada 2024 tergolong tinggi dibandingkan saat ini. Kondisi tersebut dipengaruhi adanya program subsidi pemerintah bagi masyarakat.

“Pada 2024, peminat konversi kendaraan bensin ke listrik relatif banyak. Hal itu terjadi karena adanya program subsidi dari pemerintah," ujarnya.

Ia menyebut besaran subsidi awalnya Rp7 juta, kemudian meningkat menjadi Rp10 juta per unit kendaraan. Namun, jumlah peminat dinilai masih belum maksimal meski subsidi telah ditingkatkan.

“Subsidi awalnya Rp7 juta, lalu naik menjadi Rp10 juta per unit. Meski begitu, jumlah peminat konversi masih belum terlalu banyak," ujarnya.

Pemerintah kemudian mencari alternatif pendanaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Skema tersebut melibatkan dukungan pendanaan dari sejumlah perusahaan BUMN.

“Jika biaya konversi Rp15 juta hingga Rp17 juta, Rp10 juta ditanggung subsidi pemerintah. Kekurangannya dibantu melalui dana CSR perusahaan BUMN," ujarnya.

Bambang menegaskan bengkel konversi kendaraan listrik di kampus ITS masih beroperasi hingga saat ini. Layanan konversi tetap dibuka bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Bengkel konversi kendaraan listrik ITS masih tetap buka. Kami tetap melayani masyarakat yang ingin melakukan konversi kendaraan," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....