Jadi Guru Besar, Prof Dedid Gagas Mobil Listrik Smart Car

  • 21 Mar 2023 19:14 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Prof Dr Ir Dedid Cahya Happyanto, M.T dikukuhkan sebagai guru besar dibidang Ilmu Intellegent Control & Electric Vehicle. Dosen Departemen Teknik Elektro ini menggenapi tiga gubes yang sebelumnya telah dimiliki Politeknik Negeri Elektronika Surabaya (PENS).

Dalam orasi Ilmiah yang berjudul "Pengembangan Teknologi Mobil Listrik Smart Car dan Infrastruktur untuk Meningkatkan Pelayanan dan Keamanan menuju Indonesia Smart City", Prof Dedid mengatakan ke depan masyarakat memerlukan kenyamanan dalam berkendara. Sehingga, konsep dan idenya tersebut akan ditawarkan kepada pemerintah

"Karena kedepan, masyarakat membutuhkan kenyamanan dalam berkendaraan. Salah satunya, melalui pengembangan mobil listrik berbasis kecerdasan buatan," ungkap Prof Dr Ir Dedid Cahya Happyanto, disela pengukuhan, Selasa (21/3/2023).

Pada kesempatan itu, ia menyinggung soal penyiapan teknologi kedepan, di mana mobil listrik yang diteliti dilengkapi smart card yang mampu mengontrol mobil listrik.

Kemudian dikembangkan tanpa awak dan diintegrasikan dalam satu sistem yang selanjutmya dipantau dengan sistem komunikasi dan informasi yang menggunakan Internet of Think (IoT) dan big data berbasis satelit.

Menurut pria kelahiran Pasuruan, 27 Desember 1962 ini, saat ini pemerintah masih fokus pada mobil listrik. Sebab, polusi udara semakin hari semakin besar. Termasuk polusi air yang semakin meningkat.

"Pemerintah fokus pada penerapan mobil listrik. Sedangkan diluar (negeri) pemerintahannya sudah siap-siap untuk service kendaraan listrik. Misalnya begitu mobil masuk bengkel operator service langsung menangani. Nanti pemerintah tinggal menyiapkan infrastruktur tentang kriminalitas atau sejenisnya," jelas dia.

Di Indonesia, Prof Dedid menyebut pemerintah juga tengah fokus mengarahkan kendaraan berbasis listrik. Hal ini diperkuat melalui Perpres no 55 tahun 2019. Dengan kata lain, mobil berbahan bakar akan ditinggalkan. Semua pabrikan otomotif berlomba-belomba. Seperti Korea Jepang dan Eropa.

"Pada tahun 2030 pemerintah Indonesia sudah mencanangkan penggunaan mobil listrik," urainya.

Ia berharap, penelitian ini menjadi start awal agar lebih fokus dalam pengembangan mobil listrik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....