Rektor Untag Surabaya Dilantik, Fokus Go Internasional

  • 19 Agt 2025 18:32 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, resmi menempati jabatan Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag), Surabaya, untuk periode ketiga 2025–2029. Pelantikan yang digelar bersama jajaran wakil rektor dan pejabat struktural ini, menjadi tonggak baru bagi Untag untuk menguatkan mutu pendidikan sekaligus menanamkan nilai patriotisme.

Nugroho menegaskan, target utamanya pada periode ini adalah membawa Untag Surabaya menembus kancah internasional. Ia menyebut minimal tujuh program studi ditargetkan meraih akreditasi internasional pada tahun ini. “Kita tidak hanya harus mengacu pada standar nasional, tetapi juga menyesuaikan diri dengan standar internasional,” katanya.

Selain peningkatan mutu akademik, Nugroho juga menekankan pentingnya pengamalan Catur Dharma, termasuk nilai patriotisme yang menjadi ciri khas Untag. “Kami memiliki mata kuliah patriotisme mulai S1 hingga S3 agar karakter kebangsaan terus tertanam,” ucapnya.

Kerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya pun terus diperkuat, salah satunya melalui program beasiswa vokasi yang sudah berjalan. Sinergi ini juga mendukung program ‘Kampung Pancasila’ yang sejalan dengan semangat Untag. “Kolaborasi dengan Pemkot sangat penting untuk membangun pendidikan yang berpihak pada masyarakat,” ucap Nugroho.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memberikan apresiasi atas kepemimpinan Nugroho yang dinilai berhasil membawa Untag pada perubahan besar di periode sebelumnya. Ia berharap, kolaborasi semakin erat terutama dalam program beasiswa dan pengabdian masyarakat melalui KKN.

“Kami ingin anak-anak Surabaya yang terkendala biaya tetap bisa kuliah di PTS, sehingga indeks pembangunan manusia kita semakin meningkat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 Surabaya, J. Subekti, menilai tantangan besar PTS ke depan adalah hadirnya PTN berbadan hukum dan masuknya kampus asing. Ia mendorong seluruh jajaran Untag untuk menjawab tantangan itu dengan optimisme.

“Kita harus menyambut persaingan ini dengan semangat, bukan dengan rasa takut,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....