Analis Kebijakan Publik Unair Soroti Rencana Pemindahan Layanan ASN ke Balai RW
- 28 Sep 2026 20:01 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Rencana Walikota Surabaya Eri Cahyadi untuk memindahkan pelayanan Aparatur Sipil Negara (ASN) ke Balai RW guna mendekatkan pelayanan kepada masyarakat mendapat sorotan dari analis kebijakan publik. Kebijakan tersebut dinilai sebagai bentuk kreasi dan inovasi pelayanan jemput bola secara institusional.
Meski mengapresiasi langkah tersebut, Analis Kebijakan Publik Universitas Airlangga Prof. Dr. Falih Suaedi, Drs., M.Si., menekankan pentingnya evaluasi berkala terhadap efektivitas kebijakan ini. Menurutnya, pelayanan di tingkat RW berpotensi kurang maksimal jika hanya dioperasikan pada hari kerja biasa, sehingga perlu adanya tambahan hari pelayanan.
"Inisiatif Pak Walikota ini patut diapresiasi. Namun, perlu ada pengukuran dan evaluasi apakah kebijakan ini benar-benar meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan dibandingkan model konvensional di kelurahan, agar kebutuhan administratif warga Surabaya dapat terakomodir dengan optimal," ujar Falih saat di hubungi RRI Senin 28 September 2026.
Dirinya menyarankan agar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan extra time atau jam pelayanan tambahan pada hari Sabtu. Layanan di hari libur dinilai sangat krusial bagi masyarakat khususnya yang berdomisili di perkotaan karena identik sulit meluangkan waktu pada hari kerja.
"Filosofinya adalah empati kepada publik. Hari Sabtu adalah premium time bagi masyarakat untuk mengurus administrasi. Jangan sampai hari libur petugasnya juga ikut libur, padahal di situlah masyarakat membutuhkan layanan," ungkapnya.
Selain penyesuaian jam kerja dan skema operasional (seperti penerapan Work From Home atau pembagian jadwal istirahat/ishoma pegawai yang tidak menutup total loket), fasilitas fisik Balai RW juga menjadi perhatian. Pemkot diminta memetakan Balai RW yang benar-benar representatif, baik dari segi aksesibilitas maupun lahan parkir.
Langkah pemindahan ini diharapkan tidak hanya memindahkan lokasi masalah, tetapi mampu mewujudkan prinsip faster, better, and cheaper layanan yang lebih cepat, lebih baik, serta lebih mudah dan efisien diakses oleh warga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....