Asrama Haji Surabaya Matangkan Persiapan Sambut Jemaah Calon Haji

  • 15 Apr 2026 16:44 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya — Menjelang musim keberangkatan ibadah haji tahun 2026, 21 April mendatang, Asrama Haji Sukolilo Surabaya terus mematangkan berbagai persiapan guna menyambut kedatangan jemaah calon haji. Sejumlah aspek menjadi perhatian utama, mulai dari kesiapan fasilitas, layanan kesehatan, hingga penguatan sumber daya manusia petugas.

Dalam dialog luar studio, Aspirasi Pagi, Rabu, 15 April 2026, Kepala Asrama Haji Surabaya, Hj. Fentin Istifaiyah, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap sarana dan prasarana yang akan digunakan jemaah. Hal ini meliputi kesiapan kamar hunian, kebersihan lingkungan, hingga kelayakan fasilitas penunjang seperti ruang tunggu dan area pelayanan.

“Pelayanan kepada jemaah haji adalah bentuk penghormatan kepada tamu Allah, sehingga harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan,” ujarnya.

Selain itu, aspek kesehatan menjadi prioritas penting dalam persiapan tahun ini. Pemeriksaan kesehatan awal bagi jemaah diperketat, termasuk penyediaan pos layanan medis yang siaga selama 24 jam. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh jemaah dalam kondisi fit sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.

Di sisi lain, pengaturan alur kedatangan dan keberangkatan jemaah juga terus disempurnakan guna mengantisipasi potensi penumpukan. Petugas disiagakan untuk membantu proses administrasi, pembagian kelompok terbang (kloter), hingga pendampingan bagi jemaah lanjut usia.

Petugas Haji Media Centre Tahun 2025, Afifun Nidlom dalam dialog Aspirasi Pagi, Rabu, 15 April 2026. (Foto: RRI/Dini).

Sementara itu, Afifun Nidlom, Petugas Haji Media Centre Tahun 2025 dari media afiliasi PW Muhammadiyah Jatim majelistabligh.id, mengungkapkan, salah satu persoalan utama adalah masih adanya kesenjangan pemahaman jemaah terhadap alur keberangkatan dan pelaksanaan ibadah haji. Kondisi ini kerap menimbulkan kebingungan di lapangan, terutama bagi jemaah lanjut usia.

“Masih banyak jemaah yang belum memahami prosedur secara menyeluruh, sehingga membutuhkan pendampingan lebih intensif dari petugas, mulai dari barang bawaan apa saja yang tidak diperbolehkan untuk dibawa, dan lain sebagainya,” ujar Nidlom yang juga menjabat sebagai wakil sekretaris Majelis Tabligh PW Muhammadiyah Jatim ini.

Tak hanya itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi fokus. Para petugas mendapatkan pembekalan khusus terkait pelayanan prima, komunikasi efektif, serta penanganan kondisi darurat. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi jemaah selama berada di asrama.

“Persiapan ini kami lakukan secara menyeluruh agar jemaah dapat memulai perjalanan ibadah dengan tenang dan tertib,” ujarnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, Asrama Haji Surabaya berupaya memberikan pelayanan terbaik sebagai pintu awal perjalanan spiritual jemaah menuju Baitullah. Diharapkan, kesiapan yang matang ini mampu mendukung kelancaran seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....