Kursi Fasum Pemkot Surabaya Diduga Dicuri Menggunakan Ambulans
- 08 Agt 2026 18:14 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Dua kursi taman milik Pemkot Surabaya ditemukan di pengepul barang bekas.
- Polisi mengungkap dugaan kursi diangkut menggunakan ambulans pribadi
- Dua orang dibawa ke Polsek Gubeng, sementara seorang perempuan di Sumenep diselidiki
RRI.CO.ID, Surabaya - Modus tak biasa terungkap dalam dugaan pencurian kursi fasilitas umum milik Pemerintah Kota Surabaya. Terduga pelaku diduga menggunakan ambulans pribadi untuk mengangkut kursi taman menuju pengepul barang bekas.
Kasus tersebut terungkap saat petugas Satpol PP Surabaya menemukan dua kursi taman di lokasi penjualan barang bekas. Temuan terjadi ketika petugas berpatroli di Jalan Kaliwaron, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, 23 Juni 2026.
Plt Kepala Satpol PP Surabaya, Irna Pawanti mengatakan, patroli tersebut awalnya dilakukan untuk mengawasi bangunan liar. "Jadi pada tanggal 23 Juni kami melakukan patroli di (kawasan) Jalan Kaliwaron. Memang patroli sedang kita tingkatkan, sebenarnya untuk penjagaan terhadap bangunan liar," kata Irna, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Saat melintas, petugas melihat dua kursi di tempat penjualan barang bekas dan kemudian berbalik arah. "Nah, pada hari itu pagi-pagi kami melihat di tempat penjualan barang bekas itu ada dua kursi, sehingga pasukan kami putar balik dan memastikan itu seperti kursi pemkot yang ada di taman-taman," ujarnya.
Setelah diperiksa, petugas memastikan kedua kursi merupakan aset Pemkot Surabaya dan sudah berada di atas timbangan. "Benar adanya bahwa itu kursi pemkot ada dua buah. Nah, saat kami sampai di lokasi setelah putar balik, kursi sudah berada di atas timbangan," katanya.
Petugas kemudian menemukan seorang pria yang datang menggunakan sepeda motor dan menunjukkan surat jalan yang diduga palsu. "Nah, yang bersangkutan menunjukkan surat jalan. Kita tengarai surat jalannya itu surat jalan palsu, seakan-akan memang itu dia mendapat tugas untuk melakukan penjualan barang," sebut Irna.
Satpol PP membawa terduga pelaku dan pihak pengepul ke Polsek Gubeng Polrestabes Surabaya untuk pemeriksaan. "Terduga pencuri dan yang menampung semuanya kemarin kita bawa ke Polsek Gubeng," ungkapnya.
Irna menduga pengepul mengetahui kursi tersebut merupakan aset pemerintah karena memiliki logo dan desain khas. "Yang kedua, biasanya para barang bekas itu akan menanyakan dari mana asalnya. Sehingga saat dia menerima kami yakin pasti dia sudah tahu," imbuhnya.
Dalam pemeriksaan, polisi mengungkap kursi tersebut diduga diangkut menggunakan ambulans pribadi menuju pengepul. "Nah, saat dilakukan interogasi oleh kepolisian, di situlah kami mengetahui bahwa modus mereka menggunakan ambulans. Itu ambulans pribadi," imbuh Irna.
Ambulans tersebut diketahui berasal dari luar Kota Surabaya, sedangkan terduga pelaku merupakan warga Kabupaten Sumenep. "Itu dari luar kota. Yang bersangkutan ini warga dari Sumenep," ujarnya.
Polisi juga menelusuri keterlibatan seorang perempuan yang diduga menjadi kaki tangan pelaku di Kabupaten Sumenep. "Yang dua orang itu kita kirim ke kepolisian dan sudah diproses. Yang satu wanita sedang diselidiki kepolisian itu berada di Sumenep," kata Irna.
Berdasarkan pemeriksaan, kursi diduga dicuri pagi hari lalu diangkut menggunakan ambulans sebelum kendaraan meninggalkan lokasi. "Dia dapat (mencuri) pagi. Nah, dia kirim ke lokasi tersebut ditaruh (pengepul) dan ambulansnya pergi," ujarnya.
Setelah ambulans pergi, seorang pria datang menggunakan sepeda motor ke lokasi pengepul dan kemudian diamankan petugas. "Setelah itu datang lagi orang lain menggunakan sepeda motor (ke pengepul). Nah, yang bawa sepeda motor ini yang kami amankan," katanya.
Irna memastikan dua orang tersebut telah dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. "Iya, dua orang itu yang kita bawa ke kantor polisi," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....