Polrestabes Surabaya Ungkap Penggelapan, Tawuran dan Perang Sarung
- 03 Mar 2025 13:38 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Patroli malam Polrestabes Surabaya, berhasil mengungkap kasus penggelapan motor, tawuran gengster, dan perang sarung. Program baru “Jogoboyo 97” yang dipimpin Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, berfokus pada keamanan selama bulan Ramadan. Kasus pertama yang diungkap adalah penggelapan motor. Polisi menangkap AN (43), warga Kapas Kampung, setelah menggelapkan motor milik rekannya, HS (45). Korban yang tidak menerima motor kembali, melapor ke Polsek Genteng Surabaya.
Tak terduga, korban bertemu pelaku di Taman Apsari, lalu meminta bantuan Tim Jogoboyo 97. Polisi pun segera mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa dua KTP, yang diserahkan ke Polsek Genteng.
Kasat Samapta Polrestabes Surabaya, AKBP Teguh Santoso, mengapresiasi respons cepat anggotanya. “Kami akan terus meningkatkan patroli, khususnya selama bulan Ramadan,” ucapnya, Senin (3/3/2025).
Selain penggelapan motor, polisi juga mengamankan pelaku tawuran antar-gengster. Dua kelompok geng, Bhezeck Surabaya dan Remaja 09 Selatan Surabaya, hampir terlibat bentrokan di Jalan Wiyung.
Tim 6 Jogoboyo 97 Sat Samapta Polrestabes Surabaya yang dipimpin AIPDA Yugo Abdi Sastro, mengendus kerumunan ini melalui media sosial. Polisi berhasil mengamankan enam pemuda bersama barang bukti berupa dua sepeda motor dan tiga ponsel.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan,” ujar Yugo.
Kasus ketiga adalah perang sarung yang berujung tawuran. Pada Senin dinihari, polisi mengamankan 10 anak berusia 15 hingga 16 tahun setelah terlibat bentrokan di Jalan Pregolan.
Perang sarung, yang seharusnya permainan Ramadan, disalahgunakan dengan membawa sarung berisi batu, celurit, dan balok kayu. Barang bukti yang ditemukan cukup mengejutkan.
Polisi menyita 10 sepeda motor milik para pelaku dan menyerahkan mereka ke Polsek Sawahan untuk pembinaan lebih lanjut. “Perang sarung yang disertai kekerasan bisa berujung pada tindak kriminal serius,” ujarnya.
Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Rina Shanty, menekankan bahwa patroli rutin di bulan Ramadan meningkatkan rasa aman di masyarakat. “Kami harap masyarakat juga proaktif melaporkan kejadian mencurigakan,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....