Diduga Meninggal Dianiaya, Polisi Dinilai Lambat Tangkap Pelaku

  • 28 Jan 2025 15:54 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya : Keluarga korban dugaan penganiayaan hingga meninggal dunia di Surabaya sesalkan respon lamban Polisi menangani laporan mereka. Terduga pelaku baru ditahan usai korban meninggal dunia dalam perawatan intensif.

Cerita bermula ketika, almarhum Hadi Sucipto dan terduga pelaku Handoko warga Banyu Urip, Surabaya ini adu mulut usai korban merasa terganggu dengan batu krikil di depan rumahnya yang dibuang Handoko.

Terduga pelaku Handoko tak terima usai ditegur almarhum. Tak kuat menahan emosi, Handoko menghampiri korban dengan batu bata merah yang dipukulkan tepat di kepala korban pada Senin (6/1) lalu.

Merasa terancam, Nur Holifah saksi sekaligus anak dari almarhum Hadi Sucipto melaporkan Handoko ke Polsek Sawahan. Disana, saksi diminta untuk melakukan visum mandiri oleh pihak kepolisian dengan bukti luka dengan 7 jahitan tersebut.

"Saat itu juga saya melaporkan ke pihak kepolisian, meski keluarga terduga pelaku sempat menahan. Karena perbuatannya sudah keterlaluan," kata Holifah saat dihubungi, Selasa (28/1/2025).

Sejak laporan hingga dua pekan lebih, polisi tidak kunjung melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku Handoko. Tepat pada Jum'at (24/1) kemarin, Hadi Sucipto meninggal dunia di kediamannya.

"Kami heran pelaku ini baru ditangkap pihak kepolisian setelah Bapak saya meninggal," sesal Holifah.

Pihaknya juga menceritakan, terduga pelaku masih kerabat dengan korban. Terduga pelaku juga memiliki riwayat buruk dalam catatan kepolisian, diantaranya terlibat kasus perampokan, narkoba dan perjudian.

Terpisah, anggota DPR RI komisi VII Erik Hermawan yang juga keponakan almarhum Hadi Sucipto meminta pihak kepolisian untuk tegas dalam menindaklanjuti perkara tersebut. Menurutnya, terduga pelaku kerap terlibat kasus kriminal dan patut dihukum sesuai perbuatannya.

"Kami meminta pihak kepolisian tegas dan cepat mengadili terduga pelaku ini. Apa yang membuat penangkapan nya begitu lamban, kenapa korban meninggal baru ditangkap," kata Erik.

Dikatakannya, kejadian serupa bukan pertama kalinya dialami keluarga almarhum pamannya. Sebelumnya sempat terduga pelaku juga melakukan pemukulan dengan menggunakan helm kepada korban.

"Pelaku ini jelas masuk dalam pasal berlapis, penganiayaan yang menyebabkan kematian. Saya benar-benar tidak terima, saya minta polisi benar-benar serius dalam menangani kasus ini," tegasnya.

"Bahwa keluarga sdr. Handoko (terduga pelaku) sering berulah terhadap keluarga almarhum tetapi tidak pernah di tanggapi dan pernah keluarga tersangka memukul dengan menggunakan helm terhadap almarhum Hadi Sucipto dan pernah di damaikan oleh pihak Polsek Sawahan," ungkapnya menambahkan.

Sementara itu, anggota Polsek Sawahan Bripka Hendro saat dikonfirmasi terkait kasus tersebut mengaku terduga pelaku saat ini tengah di tahan dalam tahanan Polsek untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

"Pelaku saat ini sudah ditahan. Proses sudah ditahap P21 berkas perkara telah lengkap setelah dilakukan penyidikan tambahan sesuai petunjuk dari penuntut umum," jawabnya saat dihubungi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....