Tarot Kian Populer, Dari Kartu hingga Budaya Digital

  • 22 Sep 2026 11:43 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Tarot kembali mendapat perhatian di berbagai negara dalam beberapa tahun terakhir. Kartu yang memiliki sejarah panjang tersebut kini tidak hanya hadir dalam konteks ramalan, tetapi juga menjadi bagian dari seni, budaya populer, dan konten digital. Perkembangan tersebut membuat tarot semakin mudah dikenal oleh masyarakat dari berbagai kelompok usia.

Dilansir dari The Guardian, tarot kini telah memasuki arus utama setelah sebelumnya lebih banyak dikaitkan dengan komunitas mistik dan okultisme. Peningkatan ketertarikan terhadap tarot terlihat antara lain dari meningkatnya pencarian mengenai cara melakukan pembacaan kartu sejak masa pandemi. Perkembangan tersebut kemudian ikut mendorong semakin banyaknya jenis kartu tarot yang beredar.

Meski demikian, tarot sebenarnya memiliki sejarah yang jauh lebih panjang daripada tren digital saat ini. Kurator pameran Tarot! Renaissance Symbols, Modern Visions di Morgan Library & Museum menjelaskan bahwa tarot berasal dari Italia pada abad ke-15 dan pada awalnya digunakan sebagai permainan kartu. Keterkaitannya dengan praktik ramalan baru berkembang kemudian, terutama ketika tarot menyebar ke Prancis pada abad ke-18.

Perjalanan tarot kemudian terus berkembang hingga memasuki dunia seni dan budaya populer. Salah satu dek yang memiliki pengaruh besar adalah Rider-Waite-Smith yang diperkenalkan pada 1909 dan menjadi salah satu dek tarot yang paling banyak digunakan. Ilustrasi pada kartu-kartu tersebut turut membuat simbol tarot semakin mudah dikenali hingga sekarang.

Popularitas tarot juga tidak terlepas dari perkembangan internet dan media sosial. Artikel The Guardian pada 2024 mencatat adanya peningkatan minat terhadap praktik ramalan selama pandemi, termasuk pembacaan tarot secara daring dan konten tarot di TikTok. Media digital membuat pembahasan mengenai kartu tarot dapat menjangkau orang yang sebelumnya mungkin tidak pernah mengenalnya.

Di sisi lain, tarot tidak selalu digunakan oleh penggunanya sebagai cara untuk mengetahui masa depan. Sebagian pembaca tarot menggunakannya sebagai sarana refleksi, yaitu melihat simbol pada kartu untuk memunculkan pertanyaan mengenai pikiran, perasaan, atau persoalan yang sedang dihadapi. Pendekatan seperti ini juga terlihat dalam praktik pembacaan tarot yang dikaitkan dengan refleksi diri dan self-care.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa makna tarot dapat berubah mengikuti konteks masyarakat yang menggunakannya. Dari permainan kartu di Italia pada abad ke-15, tarot kemudian berkembang menjadi bagian dari sejarah seni, praktik spiritual, hingga budaya digital. Karena itu, popularitas tarot saat ini tidak sepenuhnya merupakan kemunculan tren baru, melainkan perkembangan dari praktik yang telah mengalami perubahan selama berabad-abad.

Tarot pada akhirnya menjadi contoh bagaimana simbol dan budaya lama dapat memperoleh kehidupan baru melalui media modern. Peningkatan perhatian terhadap tarot terlihat dalam pencarian daring, media sosial, serta dunia seni internasional. Fenomena tersebut menarik untuk dilihat sebagai bagian dari perkembangan budaya populer, tanpa harus menganggap hasil pembacaan kartu sebagai kepastian mengenai masa depan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....