Pameran Lukisan SBY di Surabaya: Kenangan Ani Jadi Karya Sarat Makna
- 16 Sep 2026 11:06 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), resmi membuka pameran tunggal lukisan perdananya di Voza Tower Surabaya, Selasa 15 September 2026, sekaligus peluncuran buku monograf berjudul Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Lanskap Hati Susilo Bambang Yudhoyono.
Pameran tersebut digagas pengusaha sekaligus CEO Tancorp, Hermanto Tanoko. Ia mengatakan pameran tunggal dan peluncuran buku monograf karya SBY sengaja dipersembahkan sebagai hadiah ulang tahun ke-77 untuk SBY. "Inisiatif pameran tunggal lukisan serta peluncuran buku monograf karya lukisan SBY ini sengaja saya gagas dan saya persembahkan khusus sebagai hadiah ulang tahun ke-77 bagi beliau," kata Hermanto Tanoko.
Menurutnya, pameran tersebut merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi atas perjalanan panjang SBY dalam mengabdi kepada bangsa Indonesia, termasuk kontribusinya terhadap stabilitas dan dunia usaha. Hermanto Tanoko juga melihat adanya kesamaan filosofi antara seni dan dunia bisnis.
"Bagi saya, melukis dan mengelola bisnis memiliki filosofi dasar yang sama. Keduanya membutuhkan visi yang jernih, kepekaan terhadap rasa, keberanian dalam mengambil keputusan, serta ketekunan dalam merajut setiap detailnya," terangnya.
Di balik ketegasan seorang prajurit dan kedalaman pemikiran seorang negarawan, ternyata terhampar jiwa seni yang begitu indah. Ada kepekaan menangkap pesona cahaya, ada ketenangan menikmati alam, dan ada kemampuan mengubah pengalaman, ingatan serta perasaan cinta menjadi goresan karya indah di atas kanvas.
"Kita akan melihat sisi lain dari sosok Bapak SBY. Di balik perjalanan panjangnya sebagai seorang prajurit, negarawan, dan pemimpin bangsa, ternyata ada jiwa seorang seniman," tegasnya.

Dalam sambutannya, SBY mengutarakan alasan utamanya kembali aktif menekuni hobi melukis sejak SMP, yakni setelah kepergian istri tercinta, mendiang Ani Yudhoyono. Ia mengaku ingin melakukan sesuatu yang bermakna di tengah proses berdamai dengan kehilangan.
“Dari situ saya melakukan kontemplasi dan lebih mengerti kehidupan ketika belahan jiwa saya pergi untuk selamanya,” tuturnya.
SBY mengawali proses kreatifnya dengan melukis dari hasil fotografi mendiang istrinya sebagai ekspresi kesedihan dan kerinduan. Karya-karya tersebut kini menjadi bagian utama dari lanskap memori dalam pameran ini.
Selain sebagai wadah mengenang, aktivitas melukis, menciptakan lagu, dan menulis novel dipilih agar dirinya tidak terjebak dalam post power syndrome setelah purnatugas. “Ada alasan lain, hati-hati banyak politisi, banyak presiden, mengalami post power syndrome, stres, marah-marah, cawe-cawe yang bukan urusannya dan sebagainya. Saya memohon pada Allah, jangan sampai saya kena penyakit itu. Itu motivasi saya,” ujarnya.
SBY menegaskan tidak akan memanfaatkan kekuasaannya sebagai mantan presiden untuk ikut campur dalam pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto. “Saya sudah lama meninggalkan dunia politik, utamanya politik praktis dan politik kekuasaan. Dalam konteks itu, saya anggap itu ibadah. Tapi tentu saya sudah tidak ada di kekuasaan. Yang mungkin sekarang Pak Presiden Prabowo, saya harus menjaga sikap saya, tutur kata saya untuk tidak dianggap cawe-cawe dan tidak dianggap melampaui kepatutan sebagai seorang mantan presiden,” jelasnya.
Pameran yang dikurasi oleh Suwarno Wisetrotomo ini menampilkan setidaknya 100 mahakarya SBY yang terbagi dalam tiga lanskap utama: lanskap memori yang diawali rasa duka, lanskap sosial politik berisi kritik dan peringatan krisis kemanusiaan, serta lanskap tatapan langsung yang menangkap keindahan alam.
Pameran dibuka gratis untuk umum setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB, berlangsung dari 16 hingga 29 September 2026. Apabila ada pengunjung yang berminat membeli karyanya, hasil penjualan akan dialokasikan untuk kegiatan dan bangunan sosial. Setelah Surabaya, SBY dijadwalkan kembali menggelar pameran dengan memboyong 500 lukisan di Jakarta pada Desember mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....