Dari Seni Kuno hingga Hobi Mendunia, Inilah Sejarah Bonsai

  • 05 Agt 2026 12:53 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Bonsai bukan sekadar tanaman hias dalam pot kecil. Di balik ukurannya yang mungil, bonsai menyimpan sejarah panjang yang memadukan seni, budaya, dan kesabaran dalam merawat alam.

Hingga kini, bonsai digemari masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Direktorat Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian menyebut seni bonsai berasal dari budaya Tiongkok melalui tradisi punsai atau penzai.

Pada masa itu, tanaman yang dikerdilkan dalam pot hanya dinikmati kalangan bangsawan. Punsai menjadi simbol keindahan, status sosial, sekaligus kedekatan manusia dengan alam.

Tradisi tersebut kemudian berkembang ke masyarakat luas. Bonsai tidak hanya dipandang sebagai tanaman hias, tetapi juga sarana melatih kesabaran, ketelitian, dan penghargaan terhadap proses karena pembentukannya membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Kementerian Pertanian menjelaskan Jepang berperan besar memperkenalkan bonsai ke dunia. Tradisi punsai disempurnakan hingga dikenal dengan nama bonsai dan menjadi bagian dari identitas budaya Jepang.

Melalui pameran, perdagangan, hubungan diplomatik, dan diaspora Jepang, seni bonsai menyebar ke berbagai negara. Penggemarnya kini tersebar di Asia, Eropa, hingga Amerika.

Keunikan bonsai terletak pada kemampuannya menghadirkan kesan pohon tua dalam ukuran mini. Nilai artistiknya dibentuk melalui pemangkasan, pengawatan batang, pengaturan akar, dan pemilihan pot secara cermat.

Bonsai bukan berasal dari satu jenis tanaman tertentu. Berbagai pohon berkayu dapat dijadikan bonsai selama memiliki karakter pertumbuhan yang sesuai.

Di Indonesia, beringin, serut, asam jawa, santigi, dan kimeng menjadi jenis yang paling banyak dibentuk sebagai bonsai. Karakter batang dan percabangannya dinilai mudah diarahkan menjadi karya artistik.

Perkembangan bonsai di Indonesia semakin pesat setelah berdirinya Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) pada 31 Agustus 1979. Organisasi ini menjadi wadah berbagi pengetahuan, pelatihan, dan penyelenggaraan pameran di berbagai daerah.

Menurut publikasi Kementerian Pertanian, hingga pertengahan 1990-an PPBI telah memiliki puluhan cabang dengan ribuan anggota. Perkembangan tersebut menunjukkan bonsai telah menjadi bagian dari budaya masyarakat pecinta tanaman hias di Indonesia.

Keanekaragaman hayati menjadikan Indonesia dikenal sebagai salah satu penghasil bonsai tropis berkualitas. Tidak sedikit karya bonsai Indonesia meraih penghargaan internasional dan diminati kolektor dari berbagai negara.

Selain bernilai estetika, bonsai juga memiliki nilai ekonomi tinggi. Bonsai yang dirawat puluhan tahun dapat bernilai mulai jutaan hingga ratusan juta rupiah, bergantung pada usia, jenis tanaman, tingkat kesulitan pembentukan, dan kualitas artistiknya.

Di era digital, teknik perawatan bonsai semakin mudah dipelajari melalui berbagai media. Namun, nilai utamanya tetap sama, yakni mengajarkan bahwa karya terbaik lahir dari ketekunan, kesabaran, konsistensi, dan kecintaan terhadap alam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....