Apakah Pola Warna Bulu Kucing juga sama dengan Pola Warna Kulitnya?

  • 24 Jul 2026 17:38 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pernah memperhatikan corak bulu kucing yang belang, loreng, atau memiliki kombinasi warna putih, hitam, dan oranye? Lalu muncul pertanyaan menarik, kalau bulunya dicukur atau rontok, apakah pola warna yang sama juga akan terlihat di kulitnya?

Jawabannya, belum tentu. Warna dan pola yang ada pada bulu kucing memang berhubungan dengan proses pigmentasi pada kulit dan folikel rambut. Namun, pola bulu tidak otomatis tercetak dengan bentuk yang sama persis pada kulit. Jadi, misalnya ada kucing dengan bulu belang, belum tentu memiliki kulit yang juga terlihat belang sesuai pola pada bulu.

Menurut Veterinary Genetics Laboratory dari University of California, Davis (UC Davis), warna dan pola bulu kucing dipengaruhi oleh berbagai faktor genetik. Salah satunya adalah gen agouti yang berperan dalam pembentukan pola seperti garis atau belang pada bulu.

Pola tersebut terbentuk dari bagaimana pigmen didistribusikan pada rambut, sehingga garis yang terlihat pada bulu tidak selalu berarti ada garis yang sama pada permukaan kulit.

Namun, ada juga kondisi tertentu yang membuat warna kulit dan bulu memiliki hubungan yang lebih jelas. Misalnya pada kucing yang memiliki bulu putih. Penelitian mengenai pola warna kucing menunjukkan bahwa keberadaan warna putih dapat berkaitan dengan distribusi melanosit (sel khusus yang bertugas memproduksi melanin) pada kulit dan folikel rambut.

Salah satu artikel dari people.com pada 2024 yang membahas penelitian yang dilakukan University of Helsinki Finlandia tentang pola bulu salmiak pada kucing Finlandia menemukan adanya hubungan pola bulu dengan variasi pada gen KIT, yaitu gen yang berperan dalam perkembangan sel pigmen.

Sementara itu, kucing dengan pola tortoiseshell atau calico (belang tiga) memiliki cerita genetik yang tidak kalah menarik. Pola warna yang terlihat seperti campuran bercak hitam dan oranye tersebut berkaitan dengan proses X-inactivation pada kromosom X. Penelitian yang dipublikasikan melalui PubMed Central pada 2025 juga membahas bagaimana genetik tersebut berperan dalam menghasilkan pola warna yang khas pada kucing.

Jadi, kalau suatu hari melihat kucing yang bulunya dicukur dan kulitnya tidak menunjukkan pola belang atau bercak seperti bulunya, tidak perlu heran. Pola warna pada bulu dan warna pada kulit memang saling berhubungan, tetapi tidak selalu identik. Pola yang kita lihat pada bulu merupakan hasil dari kombinasi kerja gen, melanosit, melanin, dan proses pigmentasi pada setiap helai rambut.

Setiap kucing memang punya "desain" alami yang unik. Ada yang belang seperti harimau kecil, ada yang memiliki tiga warna, ada pula yang putih bersih dengan sedikit bercak di bagian tubuh tertentu. Di balik penampilan menggemaskan tersebut, ternyata ada proses genetik dan biologis yang cukup rumit. Jadi, bisa dibilang, pola bulu kucing memang punya hubungan dengan pigmentasi kulit, tetapi tidak seperti tato yang polanya tercetak persis di permukaan kulit.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....