Pentingkah Grooming untuk Kelinci Kita? ternyata Bukan Sekadar Soal Penampilan
- 08 Jun 2026 12:42 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Banyak pemilik kelinci menganggap grooming hanya bertujuan menjaga penampilan hewan peliharaan agar tetap lucu dan bersih. Padahal, grooming memiliki peran yang jauh lebih penting bagi kesehatan kelinci.
Perawatan bulu secara rutin dapat membantu mencegah berbagai masalah kesehatan serius yang bahkan berpotensi mengancam nyawa jika dibiarkan terlalu lama. Dilansir dari House Rabbit Society, kelinci merupakan hewan yang sangat menjaga kebersihan tubuhnya dan dapat membersihkan dirinya sendiri layaknya kucing.
Namun berbeda dengan kucing, kelinci tidak mampu memuntahkan gumpalan bulu yang tertelan saat menjilati tubuhnya. Akibatnya, bulu yang masuk ke saluran pencernaan dapat menumpuk dan berisiko menyebabkan gangguan pencernaan yang berbahaya.
Salah satu manfaat utama grooming adalah mengurangi jumlah bulu yang rontok dan tertelan. Dilansir dari RSPCA, kelinci mengalami masa pergantian bulu atau molting beberapa kali dalam setahun. Pada periode tersebut, jumlah bulu yang rontok bisa meningkat drastis. Menyikat bulu secara rutin membantu menghilangkan bulu mati sebelum tertelan oleh kelinci saat membersihkan dirinya sendiri.
Jenis kelinci juga memengaruhi kebutuhan grooming. Kelinci berbulu pendek umumnya cukup disikat satu hingga dua kali dalam seminggu. Namun untuk ras berbulu panjang seperti Angora rabbit atau Lionhead rabbit, grooming dapat diperlukan hampir setiap hari.
Dilansir dari Blue Cross UK, bulu panjang yang tidak dirawat berisiko kusut, menggumpal, dan menjadi tempat berkembangnya bakteri maupun parasit. Selain bulu, grooming juga mencakup pemeriksaan kuku.
Dilansir dari PDSA, kuku kelinci yang terlalu panjang dapat menyebabkan kesulitan berjalan, perubahan postur tubuh, hingga cedera pada kaki. Oleh karena itu, pemilik dianjurkan untuk memeriksa panjang kuku secara berkala dan memotongnya jika diperlukan atau membawanya ke dokter hewan apabila tidak yakin melakukannya sendiri.
Perawatan area bawah tubuh juga sangat penting. Menurut House Rabbit Society, kelinci yang mengalami obesitas, usia lanjut, atau gangguan mobilitas sering kesulitan membersihkan bagian belakang tubuhnya. Kondisi ini dapat menyebabkan penumpukan kotoran yang memicu iritasi kulit dan bahkan serangan lalat atau flystrike, kondisi darurat yang dapat membahayakan nyawa kelinci dalam waktu singkat.
Menariknya, sesi grooming juga menjadi kesempatan bagi pemilik untuk mendeteksi masalah kesehatan lebih awal. Dilansir dari VCA Animal Hospitals, saat menyikat bulu pemilik dapat menemukan benjolan, luka kecil, parasit, kerontokan tidak normal, atau perubahan kondisi kulit yang mungkin luput dari perhatian sehari-hari. Deteksi dini sering kali membuat pengobatan menjadi lebih mudah dan efektif.
Meski penting, para ahli tidak menyarankan memandikan kelinci secara rutin. Dilansir dari House Rabbit Society dan RSPCA, mandi dapat menyebabkan stres berat pada kelinci dan berpotensi mengganggu kemampuan tubuhnya mengatur suhu. Dalam banyak kasus, menyikat bulu dan membersihkan area tertentu sudah cukup untuk menjaga kebersihan kelinci tanpa perlu memandikannya.
Pada akhirnya, grooming bukan hanya soal menjaga kelinci tetap menggemaskan di depan kamera. Perawatan sederhana seperti menyikat bulu, memeriksa kuku, dan memastikan kebersihan tubuh dapat membantu mencegah berbagai penyakit serius sekaligus meningkatkan kualitas hidup hewan peliharaan. Dengan grooming yang dilakukan secara rutin, kelinci dapat hidup lebih sehat, nyaman, dan aktif selama bertahun-tahun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....