Tips Backpacker bagi Perempuan yang Aman, Mandiri, dan Tetap Nyaman
- 26 Mar 2026 09:00 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Tren backpacking di masa sekarang bukan hanya bagi kaum laki-laki saja namun juga bagi perempuan. Dalam beberapa tahun terakhir tren backpacking perempuan terus meningkat karena seiring dengan kebutuhan akan kebebasan dan pengalaman personal dalam perjalanan.
Dalam laporan perjalanan global menunjukkan bahwa mayoritas perempuan memilih solo traveling karena ingin merasakan fleksibilitas dan kemandirian. Mengutip dari situs riskline.com pada 2025 menyebutkan bahwa perjalanan solo bagi perempuan adalah kesempatan untuk “reconnect with oneself” sekaligus membangun rasa percaya diri.
Namun di balik tren tersebut, aspek keamanan tetap harus menjadi perhatian utama bagi para backpacker perempuan. Data dari Solo Female Traveller Network yang diterbitkan pada situs www.atlys.com pada 2025 menunjukkan sekitar 64% perempuan pernah mengalami perhatian tidak diinginkan saat bepergian sendiri. Hal ini menjadi pengingat bahwa backpacking bagi perempuan membutuhkan strategi khusus agar tetap aman tanpa mengurangi pengalaman traveling.
Salah satu tips utama bagi backpacker adalah melakukan riset destinasi wisata yang dituju secara menyeluruh. Dalam situs mightytravels.com pada 2025 juga menyebutkan pentingnya perencanaan matang, memahami budaya lokal atau norma sosial setempat, transportasi, dan kondisi keamanan dapat mengurangi risiko perjalanan hingga 38%.
Selain itu, pemilihan akomodasi juga menjadi faktor krusial. Studi dalam mightytravels.com menunjukkan sekitar 41% perempuan pernah mengganti penginapan karena alasan keamanan. Oleh karena itu, para ahli menyarankan memilih akomodasi dengan sistem keamanan yang jelas seperti resepsionis 24 jam, akses terbatas, serta ulasan positif dari sesama solo female traveler.
Dari sisi perlengkapan, perempuan disarankan membawa barang yang efisien namun tetap mendukung keamanan. Laporan tahun 2024 yang dikutip dari www.solofemaletravelers.club mencatat bahwa banyak perempuan menggunakan tas anti-maling, alarm pribadi, hingga alat pelacak untuk melindungi barang bawaan. Dalam ringkasan temuan tersebut disebutkan bahwa penggunaan perlengkapan keamanan sederhana dapat meningkatkan rasa aman dan mengurangi potensi kehilangan barang selama perjalanan.
Perilaku selama perjalanan juga berperan penting. Penelitian menunjukkan bahwa berpakaian sesuai budaya lokal, menghindari area sepi di malam hari, serta mampu bersikap tegas dapat membantu meminimalkan risiko gangguan. Para ahli menilai bahwa kemampuan membaca situasi sosial dan menetapkan batasan diri menjadi keterampilan penting bagi backpacker perempuan.
Tak kalah penting, menjaga komunikasi dengan keluarga atau teman selama perjalanan menjadi langkah preventif yang efektif. Hal ini bisa dilakukan dengan cara berbagi itinerary atau jadwal perjalanan, melakukan check-in rutin, dan menggunakan aplikasi berbagi lokasi dengan keluarga atau sahabat dekat sangat direkomendasikan untuk berjaga-jaga apabila terjadi kondisi darurat.
Meski memiliki tantangan tersendiri, backpacking bagi perempuan tetap memberikan dampak positif. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pengalaman perjalanan solo dapat meningkatkan rasa percaya diri, kemandirian, serta kemampuan menghadapi risiko. Dengan persiapan yang matang dan kesadaran akan keamanan, perjalanan bukan hanya menjadi petualangan, tetapi juga proses pembelajaran diri yang berharga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....