Kenali Hal - Hal Penyebab Kucing Peliharaan Stress
- 21 Mei 2026 20:07 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Kucing dikenal sebagai hewan yang tenang dan mandiri. Namun di balik tingkah lucunya, kucing ternyata sangat mudah mengalami stres jika lingkungannya berubah drastis. Banyak pemilik hewan sering tidak sadar bahwa kebiasaan kecil di rumah bisa membuat si meong merasa tertekan. Stres pada kucing bukan hanya memengaruhi perilaku, tetapi juga kesehatan fisiknya.
Menurut penelitian dalam jurnal National Library of Medicine berjudul Stress and Feline Health tahun 2020, stres pada kucing dapat muncul karena perubahan lingkungan, rasa takut, hingga hilangnya rasa aman di teritorinya. Penelitian tersebut menjelaskan bahwa kucing sangat sensitif terhadap ancaman dan perubahan rutinitas sehari-hari.
Sumber: PMC - Stress and Feline Health
Selain itu, suara keras juga menjadi sumber tekanan besar bagi kucing. Bunyi petasan, renovasi rumah, atau musik dengan volume tinggi dapat membuat kucing panik. Dalam beberapa kasus, kucing akan mencari tempat sempit untuk bersembunyi sebagai bentuk perlindungan diri. Penelitian tahun 2021 yang dipublikasikan oleh www.tandfonline.com atau Italian Journal of Animal Science tentang perilaku kucing saat pemeriksaan dokter hewan menemukan bahwa suasana asing dan kebisingan membuat banyak kucing menunjukkan tanda takut dan cemas.
Kehadiran hewan baru di rumah juga dapat memicu stres. Banyak pemilik langsung mempertemukan kucing lama dengan hewan peliharaan baru tanpa proses adaptasi bertahap. Padahal, kucing membutuhkan waktu untuk mengenali aroma dan keberadaan “pendatang baru” tersebut. Jika dipaksa terlalu cepat, kucing bisa menjadi agresif atau malah menarik diri dari interaksi sosial.
Kurangnya aktivitas dan stimulasi mental juga bisa membuat kucing mudah stres. Meski sering terlihat tidur, kucing tetap membutuhkan permainan dan eksplorasi. Review ilmiah Stress in cats: Review tahun 2022 menjelaskan bahwa lingkungan monoton dapat memicu perubahan perilaku seperti menjilat tubuh berlebihan, mengeong terus-menerus, hingga buang air sembarangan.
Menariknya, suasana hati pemilik juga bisa memengaruhi kondisi psikologis hewan peliharaan. Laporan Associated Press tahun 2025 berjudul Causes and Cures for Pet Anxiety menyebut hewan dapat merasakan kecemasan pemilik melalui bahasa tubuh dan kebiasaan sehari-hari. Dalam artikel tersebut, dokter hewan dan konsultan perilaku hewan menjelaskan adanya “feedback loop” antara stres manusia dan hewan peliharaan.
Karena itu, memahami penyebab stres pada kucing menjadi penting agar kesehatan mereka tetap terjaga. Pemilik bisa mulai dari menjaga rutinitas makan, menyediakan tempat aman untuk bersembunyi, hingga memberi waktu adaptasi ketika ada perubahan di rumah. Kucing mungkin tidak bisa berbicara, tetapi perubahan perilaku mereka sering menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang membuat mereka tidak nyaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....