Kucing Terlalu Sering Tidur? Ini Penyebabnya!

  • 11 Feb 2026 18:03 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pemilik kucing pasti akrab dengan pemandangan hewan peliharaannya tidur hampir sepanjang hari. Sekilas terlihat malas, tapi faktanya kebiasaan tidur lama pada kucing merupakan perilaku alami yang sudah banyak diteliti secara ilmiah.

Menurut PetMD (2023), rata-rata kucing domestik bisa tidur sekitar 12–16 jam per hari, bahkan anak kucing dan kucing senior bisa lebih lama. Durasi ini jauh melampaui kebutuhan tidur manusia yang umumnya hanya sekitar 7–8 jam sehari.

Masih menurut artikel Purina (2020), salah satu alasan utama kucing tidur lama adalah konservasi energi. Secara naluri, kucing adalah predator. Meski kini tak perlu berburu, insting itu membuat mereka menyimpan energi untuk aktivitas singkat tapi intens — dan tidur menjadi cara efektif mengisi ulang tenaga.

Sementara itu, dikutip dari Encyclopaedia Britannica (2025), kucing termasuk hewan krepsuskular, yakni paling aktif saat subuh dan senja. Karena itu siang hari lebih sering dihabiskan untuk beristirahat, baik tidur ringan maupun tidur nyenyak, sambil tetap waspada pada lingkungan.

Penelitian Institute for Environmental Research and Education (2025) juga menunjukkan tidur kucing berperan penting bagi fungsi otak. Saat tidur terjadi proses synaptic consolidation, yang membantu penguatan memori, pemrosesan sensorik, hingga koordinasi respons.

Meski begitu, artikel ilmiah di PubMed (2025) mengingatkan tidur berlebihan disertai perubahan perilaku — seperti nafsu makan turun atau kucing tampak lesu — bisa menjadi tanda gangguan kesehatan. Karena itu pemilik tetap perlu memantau pola tidur hewan peliharaannya.

Singkatnya, kebiasaan tidur panjang bukan tanda kucing malas. Itu bagian dari karakter biologis mereka sebagai predator kecil. Memahami hal ini bisa membantu pemilik menjaga kesehatan sekaligus kesejahteraan si kucing kesayangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....