Kucing Tidak Suka Digendong dan Dipeluk, Memangnya Ada?

  • 19 Jun 2026 17:53 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Banyak yang menganggap kucing sebagai hewan yang senang dipeluk, digendong, atau tidur bersama pemiliknya. Namun kenyataannya, tidak semua kucing menyukai kontak fisik. Sebagian kucing justru akan menjauh, memberontak saat digendong, atau memilih tidur di tempat lain meskipun memiliki hubungan yang baik dengan pemiliknya.

Menurut dokter hewan Dr. Maja Platisa, yang meninjau artikel perilaku kucing di www.catster pada 2025, ketidaksukaan terhadap gendongan bukan berarti kucing tidak menyayangi pemiliknya. Setiap kucing memiliki karakter dan tingkat kenyamanan yang berbeda terhadap sentuhan manusia. Ada kucing yang senang dipangku, tetapi ada pula yang lebih suka menunjukkan kasih sayang dengan duduk di dekat pemiliknya tanpa harus melakukan kontak fisik secara langsung.

Salah satu alasan utama adalah karena digendong bukan naluri alami kucing bagi kucing. Di alam liar, kucing tidak pernah mengangkat atau menggendong sesamanya (kecuali anak kucing yang diangkat induknya). Saat tubuh mereka terangkat dari permukaan tanah, sebagian kucing merasa kehilangan kendali dan menjadi lebih rentan. Naluri bertahan hidup ini masih dimiliki kucing domestik hingga sekarang sehingga mereka bisa merasa tidak aman ketika dipeluk atau digendong terlalu lama.

Selain faktor naluri, pengalaman masa lalu juga dapat memengaruhi perilaku kucing. Kucing yang kurang mendapatkan sosialisasi sejak kecil atau pernah mendapatkan pengalaman buruk dari manusia cenderung lebih sensitif terhadap sentuhan. Sebagian kucing memiliki kebutuhan kuat untuk mengontrol situasi di sekitarnya. Karena itu mereka lebih suka mendekati manusia atas kemauan sendiri dibanding dipaksa untuk dipeluk atau digendong.

Masih dalam artikel yang sama juga disebutkan alasan lainnya yang bisa berkaitan dengan kondisi kesehatan. Dokter hewan menjelaskan bahwa kucing yang tiba-tiba menolak digendong padahal sebelumnya tidak bermasalah perlu diperiksa lebih lanjut. Rasa sakit akibat cedera, radang sendi, atau gangguan kesehatan tertentu dapat membuat mereka merasa tidak nyaman saat tubuhnya diangkat. Perubahan perilaku yang muncul secara mendadak sering kali menjadi tanda awal adanya masalah kesehatan yang tersembunyi.

Selain itu, perilaku kucing yang tidak suka tidur bersama pemiliknya juga belum tentu menandakan kucing tidak dekat dengan manusia. Kucing adalah hewan yang menghargai ruang privasi dan memiliki preferensi tempat tidur yang berbeda-beda. Sebagian lebih menyukai area yang tenang, tinggi, hangat, atau memiliki aroma yang membuat mereka merasa aman. Ada pula kucing yang memilih tidur sendiri namun tetap menunjukkan kedekatan dengan pemiliknya, misalnya dengan tidur pada sudut ruangan namun tetap dapat melihat pemiliknya.

Dari PetMD pada artikel berjudul “Should You Hug Cats?” (2022) turut menjelaskan bahwa banyak kucing tidak menyukai pelukan yang terlalu erat karena merasa terjebak dan tidak bisa bergerak bebas. Oleh sebab itu, pemilik dianjurkan memperhatikan bahasa tubuh kucing. Jika telinga mulai menunduk, tubuh menegang, ekor bergerak cepat, atau kucing berusaha melepaskan diri, itu merupakan tanda bahwa interaksi tersebut membuatnya tidak nyaman.

Di dalam artikel tersebut, para dokter hewan menegaskan bahwa cara terbaik membangun hubungan dengan kucing adalah menghormati batas kenyamanannya. Biarkan kucing memilih kapan ingin mendekat, dipeluk, atau tidur di samping pemilik. Dengan memberikan ruang dan memahami bahasa tubuhnya, kepercayaan akan tumbuh secara alami.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....